SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Kami Bangsa Papua Tidak Menerima Pelaksaanaan PEPERA Tahun 1969

Penentuaan Pendapat Rakyat (PEPERA) Papua adalah sebuah rekayasa yang di lakukan Amerika Serikat, Indonesia, Belanda dan PBB. USA memilki kepentingan dari segi ekonomi, yakni; untuk menanamkan investasinya di tanah Papua.

Menjadi pertanyaan, kenapa PT Freepornt Indonesia di ijinkan beroperasi di Papua pada tahun 1967 padahal PEPERA baru akan di laksanakan pada tahun 1969. Jadi PT Freepornt Indonesia hadir di Papua dua tahun sebelum Papua integrasi ke dalam NKRI.

Pelaksanaan PEPERA juga tidak demokrasi dan melanggar hukum internasional karena rakyat Papua tidak di libatkan secara penuh untuk menentukan hak-hak mereka.

Saat itu pemerintah Indonesia memilih 1025 orang dan beberapa orang dari luar Papua untuk menentukan pilihan. Saat itu meraka berada di bawah ancaman dan todongan Militer Indonesia.

Sejarahwan belanda Prof Drooglever dalam bukunya “Een Daad van Vrije Keuz : De Papoea’s van westelijk Nieuw-Guinea en de grenzen van het zelfbeschikkingsrecht” telah menguraikan panjang lebar tentang kegagalan pelaksanaan PEPERA di tanah Papua secara baik dan benar. Jadi sampai saat ini orang Papua tidak pernah menyetujui integrasinya Papua ke dalam NKRI.

Kini kemerdekaan Papua yang ke 50thun , kami ingin terlepas dr Binkei NKRI.
Fredom for west Papua.

Duhai kasih

Duhai kasih
aku sebenarnya berharap ada kau disisiku
bercumbu dalam orasi-orasi tentang pembebasan
berkasih-kasih dalam debat panjang revolusi
berpeluk mesra dalam kejaran tirani

Duhai kasih
aku sebenarnya berharap kau ada disisiku
berjalan bergandengan dengan kaum tertindas
bernyanyi mesra dalam tarian penantian
atau hanya sekedar diam dan saling memandang
sambil berpikir berdua adakah ruang untuk kita
berucap mesra dalam tangisan kehilangan

Duhai kasih
sekali lagi aku berharap
bukankah kamu tau
revolusi butuh pejuang
siapkan dirimu...
agar kutanamkan benih revolusi dirahimmu

Andai aku waktu"


Andai aku waktu, aku akan terdiam sejenak untuk pastikan keadaan ...
agar tak ada lagi kebisuan dalam hati ini.

Andai aku angin,aku ingin bawa rasa ini berlayar,
lalui hari-hari di samudrahatimu,
Agar dapat ku rangkul pula rasamu...
dan dapat ku lukis abadi rasaku di hatimu,..

Agar tak harus ku lalui bayang-malam...
yang selalu saja menyudutkanku ke dalam kehampaan,
dan hampakanku dalam kekosongan ini.

potret politik stigma yang dimainkan di Papua


Katanya negara Indonesi negara hukum. Katanya Negara Indonesia Negara demokrasi. Katanya Negara Indonesia bercita-cita menegakkan HAM. Katanya Negara Indonesia mau mencerdaskan bangsa.

Dan banyak ‘katanya', saya sendiri tidak tahu, karena ternyata itu semua bukan untuk orang Papua. Bahkan, pada suatu titik saya malah bertanya "Adakah kehidupan untuk orang Papua di Negara Oligarki ini?" Hukum di negara ini telah dikebiri atas dasar kompromi kepentingan setiap pihak yang melibatkan penguasa dan kapitalis. Tidak ada hukum bagi Orang Papua, tidak ada demokrasi bagi orang Papua, tidak ada HAM bagi orang Papua, tidak ada pendidikan bagi orang Papua.

Yang ada adalah stigma separatis bagi orang Papua di negeri ini. Bukankah justru Jakarta yang selalu mempermainkan Papua itulah yang sebenarnya separatis. Tanya kenapa? Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa perlakuan situasi masyarakat Papua saat ini adalah tantangan kemanusiaan kita, bukan saja dalam lingkup Indonesia, melainkan juga dunia. Sampai sekarang, secara tidak sadar, kita terseret pada potret politik stigma yang dimainkan di Papua.

Papua hanya dilihat dengan mata curiga, atau lebih keras lagi, dilakukan dengan cara demonisasi cap dan tekanan psiko-sosial yang berulang-ulang. Begitu sistematisnya demonisasi ini sampai-sampai tidak sedikit orang yang menganggap adalah lumrah melakukan kekerasan terhadap masyarakat Papua: karena mereka "separatis" karena mereka ras melanesia.bukan ras melayu

Untuk Anak Papua

Sejak pemberitahuan tentang akan digelarnya Conference West Papua – The Road to Freedom (Konfrensi Papua Barat – Jalan Menuju Kemerdekaan) merupakan momentum bersejarah bagi rakyat Papua Barat dalam tahapan skalasi gerakan perjuangan yang semakin meningkat sejak 48 Tahun bangsa Papua Barat berjuang merebut kembali hak kedaulatan polit...ik 01 Desember 1961.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa; Solidaritas Internasional yang sangat kuat terhadap perjungan kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat bukanlah hayalan politik semata untuk kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat tetapi telah dibuktikan secara kongkrit dengan kerja-kerja nyata dilapangan oleh pejuang militan anak-anak bangsa tanpa mengenal rasa haus, lelah dan lapar.

Perjuangan panjang yang sangat melelahkan yang secara terus menerus dipelopori pejuang-pejuang anak bangsa yang selalu gelisah mendengar kabar buruk tentang kesewenang-wenangan Imprialis dan antek-anteknya penguasa kolonial Indonesia dan Militernya di Tanah Air kita, maka akan segera berakhir tanpa syarat.

Tanpa mengurangi kesadaran kita, Konfrensi yang akan digelar merupakan Konfrensi Tingkat Tinggi – International Lawyear for West Papua (IPWP) dibawa pimpinan Ms. Melinda Jangki yang akan segera berlangsung pada, Tanggal 02 Agustus 2011, pertemuan ini akan berlangsung selama 2 jam, mulai dari jam 2 siang hingga jam 5 sore bertempat di East School of the Examination Schools, 75-81 High Street, Oxford, OX1 4BG. Kerajaan Inggris Raya (UK).

Konferensi ini akan dipimpin langsung oleh Adrew Smith, Ketua Internasional Parlemen untuk Papua Barat (IPWP) dan Charles Foster, pendiri ILWP. Konferensi ini dengan menghadirkan beberapa pembicara-pembicara antara lain:

- Powes Parkop (Gubernur Port Moresby, PNG)
- Benny Wenda (Pemimpin kemerdekaan Papua Barat di London)
- Frances Raday (Anggota ahli PBB untuk isu Eliminasi dan Diskriminasi terhadap Perempuan)
- John Saltford (Peneliti Pelaksanaan PEPERA 1969 di Papua Barat
- Clement Ronawery (Saksi Pepera 1969 di Papua Barat)
- Ralph Regenvanu ( Menteri Keadilan Vanuatu)

Selain itu, Dr. Benny Giay dan Dumma Socrates Sofyan Yoman akan melakukan pembicaraan video langsung dalam konferensi. Dalam konferensi ini akan banyak mendiskusikan jalur-jalur penting menuju penyelesaian masalah Papua Barat. Di laporkan dari Belanda, Free West Papua NL terus mempersiapkan tari-tarian dan musik mambesak untuk memeriahkan konferensi ini.

Terkait dengan konfrensi ini, maka Komite Nasional Papua Barat – Konsulat Indonesia (KNPB-KI) di Jakarta. Menyeruhkan: Kepada seluruh gerakan-gerakan organisasi perjuangan Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar di seluruh Kota, Jawa – Bali, untuk melakukan persiapan konsolidasi Besar – Besaran secara meyeluruh untuk tujuan mobilisasi.

Dengan kesadaran politik dan keyakinan teguh yang kami miliki, berdasarkan kebenaran sejarah politik perjuangan bangsa Papua Barat yang kami junjung tinggi, Maka apabila usul di tolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh supersif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata: Lawan!

Demikian seruan ini kami buat,

Cp: +6281280005032/+6282135914358

Catatan.

01. 02 Agustus 2011 Wajib bagi kita semua untuk hentikan aktifitas, kecuali orang sakit.
02. Copy dan sebarkan di seluruh wilayah Jawa - Bali,
03. Kewajiban bagi seluruh orang PB yang ada di tanah perantauan tanpa terkecuali (Tua, muda, anak-anak, bayi sampai tete bengek) untuk terlibat dalam aksi ini.
04. Kewajiban moril berupa kontribusi berupa biaya logistik aksi, bagi siapa saja yang terdorong hatinya mohon dukungannya, berapapun nilainya akan kami terima dengan penuh ucapan terima kasih.

Salam Juang. Free West Papua


Source :
http://www.facebook.com/neppy.way paste in Nova Guine Group | Room Chat

SISI YANG BERBEDA


Setiap dari kita, dalam hidup, berjalan pada jalur khusus yang jiwa ditakdirkan untuk melakukan. Perjalanan kami sangat berbeda dan kita maju pada tingkat yang berbeda. Perangkap dan berkat yang kita temui adalah unik, namun kita semua belajar dan tidak ada bentuk salah satu pengetahuan yang lebih penting dari yang lainnya. Meskipun demikian, ketika kita mengamati orang lain, dapat mudah untuk lulus penilaian pada keputusan mereka dan menganggap tindakan mereka akan sesuai dengan apa yang kita rasakan benar.

Tapi untuk setiap masalah, ada banyak solusi. Setiap orang membuat kesalahan dan, sambil menonton orang lain melakukan hal bisa membuat frustasi, adalah penting bahwa Anda menerima cara unik masing-masing orang melakukan sesuatu. Memberi orang lain kebebasan untuk bertindak dalam cara mereka merasa yang terbaik tanpa takut kehormatan penilaian yang kasar kapasitas untuk pertumbuhan yang semua orang miliki.

seni oleh Sophie Breillat Hal ini berguna untuk praktek orang lain menerima seperti mereka. Jangan menilai keputusan lain berdasarkan jalan Anda akan diambil karena setiap orang hidup dengan nilai yang berbeda dan pengalaman.

Tantangan adalah sebuah konsep universal, tapi kita semua berurusan dengan kesulitan-kesulitan dalam cara kita sendiri. Memberikan orang lain ruang untuk gagal, tetapi janganlah keraskan hatimu terhadap pengalaman mereka.

Hal ini tidak bijaksana untuk mencoba dan memperbaiki orang atau situasi kontrol. Anda mungkin merasa terdorong untuk campur tangan ketika kesulitan muncul, tetapi penting hanya untuk memberi bimbingan ketika ditanya kecuali orang yang terlibat dalam situasi yang benar-benar berbahaya atau tidak dapat bertindak sendiri.

Kegagalan untuk memilih jalan yang benar atau untuk membuat keputusan tercerahkan hanya langkah lain di perjalanan. Ini adalah sarana untuk pengalaman dan kebijaksanaan.

Melepaskan kebutuhan untuk mempengaruhi orang lain tidak menawarkan diskon mencintai dukungan dan tidak berarti bahwa Anda harus berhenti peduli. Ini berarti mundur, melarutkan penghakiman, dan anggun membiarkan orang lain! tinggal nasib mereka sendiri.

Memberikan orang lain kebebasan untuk berkembang dalam perjalanan mereka sendiri memberi Anda kebebasan untuk memperhatikan lebih dari Anda sendiri. Anda tidak dapat memaafkan tindakan yang Anda lihat terjadi, namun reaksi Anda akan lebih mengasihi dengan membiarkan mereka menjadi. Dan Anda akan dapat fokus pada hanya menjadi diri sendiri, yakin bahwa jalan yang Anda ambil adalah sebagai hak, berlaku, dan khusus seperti yang lain.

ZA JADI BINGUN


Tiap kali kamu ribut soal pendidikan,kesehatan,penerimaan PNS, pemekaran kabupaten,jual tanah,lama lama jual manusia lagi.
Tidak pernah ribut tentang merdeka dan itu serempak di seluruh pelosok papua,macam kamu sudah tidak sadar kalau NKRI ini bikin isu siu baru supaya pemikiran kita terbagi dan melupakan masalah utama keluar dari binkai yang sangat kuat ini..Aneh..wong papua..ooooo

Orang orang di kampung kampung sana sudah tidak pusing dengan program yang di susun rapih oleh kroni NKRI ini.Mereka mau kita berjuan merdeka,baru kita atur kita punya negeri sendiri.
Karna selagi biadad ini mereka ada dengan kita, maka sampai kapanpun mereka hanya tipu tipu dengan pembangunan omong kosong bikin hati babungan saja. Ada cerita lucu dari otsus yang mereka kasih untuk papua ternyata bikin rusak semua hal di papua termasuk pemekaran kabupaten,pemekaran provinsi..coba kita jangan terjebak dengan hal hal kaya begini...!!!

Biar pejabat ganti pejabat dan program kesehatan,pendidikan di buat,tetap saja papua di kenal dengan daerah tertinggal.ok
Yo……mari saudara semua kita sadar dan berjuan saja untuk papua itu merdeka”

Jangan Pernah Lupakan

Waktu terus berlalu tanpa disadari maupun disadari. Generasi yang tua digantikan oleh generasi yang muda. Pandangan mereka yang lampau dan pandangan mereka yang sekarang seakan menjadi sebuah hal sudah bertentangan walaupun ada sisi-sisi yang tetap saja sama.
apa yang terjadi dimasa lalu kita generasi saat tidak akan begitu tahu. kita akan semakin tak mengetahui apabila sumber-sumber informasi cerita dari orang tua-orang tua yang sudah mulai habis, karena faktor usia. Sumber referensi yang mungkin saja bisa kita ikuti adalah dari bacaan-bacaan yang ada.
Generasi muda Papua, anak-anak Papua, yang lahir dimasa-masa setelah terintegrasi dengan NKRI sadarilah sejarahmu, banyaklah bertanya pada orang tua, atau orang-orang yang tahu akan sejarahmu. Sebuah sejarah itu perlu untuk diketahui sehingga bisa menimbang mana yang harus diambil darinilai-nilai sejarah itu.
Melalui sejarah kita akan lebih mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi disaat itu, peristawa yang terjadi secara bersamaan ataupun adanya suatu peristiwa yang tidak sesuai dengan fakta tertulis saat ini.
Persoalan papua yang masih terus terjadi hingga saat ini adalah sejarahnya yang seakan dilupakan begitu saja. Andaikan dibuka sebuah ruang untuk membahas hal itu pasti akan ada jawaban yang pasti berbagai pihak terkait yang ikut campur dan ada dibalik berbagai hal yang terjadi di Papua

Aksi Demo Mahasiswa UP45

Yogyakarta, 26/5, Mahasiswa Papua yang berstudy di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta bergabung dengan rekan-rekan mahasiswa dari berbagai wilayah lainnya dan berbagai fakultas yang ada melakukan aksi penyegelan dan menduduki kampus. Aksi ini dilakukan dan diikuti oleh semua mahasiswa, alumni universitas Proklamasi 45 (Civitas). Aksi ini dipicu oleh adanya pemberhentian beberapa dosen dan juga dekan tanpa melalui prosedur yang jelas. Serta adanya diskriminasi mahasiswa.
Dari hasil pantauan dilapangan, aksi ini mulai dilaksanakan pada dinihari sekitar pukul 04.30 dan baru berakhir setelah ditemui oleh rektorat.

Dan sesuai tuntutan demonstran dimana rektor dan antek-anteknya harus turun dar jabatan tersebut, jangka waktu yang diberikan 3 hari. Hingga saat ini semua aktivitas kampus lumpuh total

Masih Adakah

Waktu terus berlalu dengan begitu cepat dan tiada terasa. Siang berganti oleh malam dan kembali lagi. Semua sesuai dengan putarannya. Terkadang yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, namun tak perlu resah dan jangan pantang menyerah karena sudah pasti pintu akan terbuka lebar bagi orang-orang yang terus belajar dan belajar untuk mencoba segala sesuatunya.
Dilingkungan sekitar kita, orang-orang yang ada disekitar acuh tak acuh terhadap apa yang akan kita lakukan, siapa aku dan siapa kamu.Namun semua itu bukanlah sesuatu yang menjadi batu sandungan. Tetap berpijak dan maju terus tanpa menoleh kebelakang, hanya sesekali beristirahat sejenak.
Garis hidup setiap orang sudah ditentukan oleh sang pencipta, namun apakah semua itu sudah ditakdirkan seperti itu?

Berjuang Sampai Menang (Freedom for west papua)

Mengapa saya tidak dilahirkan di Amerika atau di Eropa dengan kulit putih? Atau di Jepang dengan mata sipit dan kulit kuning? Atau sebagai orang Melayu? Mengapa saya dilahirkan sebagai orang Papua berkulit hitam, rambut keriting di atas Tanah Papua yang kaya-raya itu. Apakah Tuhan keliru menempatkan saya di sana? Saya tidak bisa membayangkan tentang misteri kehidupan ini, selalu membayangi diri ini sebagai seorang anak manusia Papua yang sedang mencari eksistensi di dunia ini, ketika bangsa kolonialis-Imperialis dan antek-anteknya terus melakukan eksploitasi di bumi yang sangat saya cintai.

Pemukulan, pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan dan kekerasan lainnya terhadap ibu, bapa, adik, kakak, om, tante terus dilakukan. Mereka menginginkan kita tetap hidup dalam ketakutan dan tetap tinggal dalam kebodohan agar tidak menyadari akan adanya ketidak adilan social, ekonomi, politik dan HAM yang dilakukannya.

Sampai kapan akan terus terjadi?? Disatu titik penantian, saya mengharapkan Tanah Papua yang aman bebas dari jiwa-jiwa kolonialisme-Imperialisme itu. Haruskah saya duduk menangis dan meratapi sampai orang berkulit hitam dan berambut keriting di Tanah Papua lenyap ditelan bumi, sebagaimana yang sedang terjadi saat ini. Apa yang harus saya lakukan??? Lawan…lawan…dan lawan! Karena kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.(Red)

Ketika penjajahan itu masih ada dan terus terjadi di tanah air, hanya ada satu kata yaitu LAWAN!. Saat ini musuh terbesar bangsa Papua adalah orang Papua yang selalu berpikir tentang sukunya sendiri. Untuk itu kami ingin menyapa anda dengan salam pembebasan “Persatuan Tanpa Batas, Berjuang Sampai Menang”

Tanah air tercinta PAPUA


Su terlalu banyak hal yang bikin tong murka, marah, dan lain sebagainya. penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, pemerasan, dan lain2 yang dong buat untuk tong dan tong pu bangsa ni.

Tapi satu yang harus tong pegang adalah, Bahwa Tuhan itu tidak Buta. Dia pasti melihat semua kesengsaraan ini.
jadi tong trausah mengutuk, memaki atau menyumpahinya, biar Tuhan yang urus dorang.
dong bilang tong tra beradab, talanjang, hitam, badaki, Tapi itulah tong punya keistimewaan. Tong akan tunjukan sama dong bahwa tong adalah manusia2 yang sangat beradab.

Sodara2 yang dianiaya, disiksa, bahkan mati itu adalah tong punya pahlawan, tong punya pejuang yang harus tong hormati dan banggakan.
satu yang harus z ajak untuk teman2 dong tanamkan adalah, "Kematian Mereka Tidak akan Sia-sia".
Z percaya bahwa suatu saat nanti, Papua Akan menunjukan kebesarannya pada Indonesia dan Dunia.

Jadi z mengajak sodara2 semua, teman yang kuliah belajar dengan baik, terus berharap, dan jangan pernah berhenti berjuang untuk tong punya tanah air tercinta PAPUA.
Satu himbauan terakhir adalah, "Jika kita mau Hal2 yang kita inginkan itu tercapai, pertama adalah bersihkan pemerintahan kita dari korupsi. ingat, kita tidak akan pernah free jika masih ada satu dua orang yang tega merampok rumahnya sendiri".
Su banyak kasus tong pu bapa2 petinggi dong khianati kitong gara uang, ini parah skali. Semoga kanyataan hari ini membawah semangat untuk kita semua freedom for west Papua.

Andai SAJA aku tak bisa membaca?


Harapanku hadir kembali . semuanya terasa begitu indah , menyenangkan dan sangat membahagiakan. rasanya saat itu aku TAK henti-hentinya tersenyum .

Disaat kehadiran dirimu . KAU membuat ku yakin , KAU menumbuhkan lagi harapan itu . yaa ~ di saat aku ingin berhenti berharap , KAU selalu tersenyum bersamaku di saat harapan itu tak lagi menyapa ku .. --'

Kini kau tak lagi bersamaku; dan entah mengapa KENANGAN indah bersamamu selalu menhatuiku .KENANGAN yang sesungguhnya ingin ku hilangkan . JUJUR aku tak sanggup melawan nya . rasa itu megalir mengikuti keras realita hidupku yang ku sarakan di tanah rantau . Andai kau tau betapa bahagia nya aku saat masih bersamamu . andai kau bisa melihat ekspresi ku saat kau datang menemuiku"KETIKA ITU . pasti kisah ini akan selalu terjaga .. =)

Namun Waktu berputar begitu cepat dan semuanya BERLALU dalam sekejap . kebahagiaan itu hancur begitu saja . hanya karena sebaris kalimat yang ku baca . andai SAJA aku tak bisa melihat , andai SAJA aku tak bisa membaca, mungkin KEBAHAGIAAN Itu akan ku jaga? . tapi biar lah ~ kenanganmu salalu ku simpan dan ABADI dalam hatiku.By,26

SEKILAS CERPEN “TOMEN”NOKEN


Sekilas noken (tomen) yang terbuat dari daung kitar “herekpor ten” yang tumbuh bebas di alam Fak fak. Ada proses pembutang noken atau dalam bahasa Fak fak “tomen” Model tomenpun berfariasi tingkat kesullitang dalam pembuatangnya.ada noken”tomen” yang mudah di anyam atau sulang tinggal kita perhatikan mereka yang lagi membuatnya. Ada noken’tomen yang memiliki tingkat kesulitangnya dan butuh ketrapilang tersendiri.
Untuk noken yang terbuat dari daun tikar” herekpor ten” ada tiga jenis penyebutan dalam bahasa daerah fakfak tergantun model yang di buat”klau noken yang besar”ntunbuum” noken kecil”tomen” yang lebih kecil biasanya di sebut” mahi timi’ Dari tiga jenih noken di atas terbagi waktu kita mengunakannya mengisi keperluan kita.Untuk mendapatkan daun tikar” sangat mudah sebab di wilayah fakfak daun tikar”herekpor ten” tumbuh bebas di wilayah fakfak.Proses awal untuk menjadi sebuah noken terlebih dahulu kita memotong daun tikarnya “ tapi kita harus berhati hati dalam mengambilnya karna ada terdapat duri duri kecil yang ada di sekitar daun tikar. Setelah kita memotong daunnya kita juga harus membersihkan duri duri kecil itu.ketika semuanya sudah di bersihkan satu demi satu daun itu di kumpul menjadi satu untuk di bawah pulang.
Seesampainya kita di rumah daun daun tikar itu harus di kecil kecilkan sebelum kita menbuat noken dan untuk satu daun bisa di dapat 6-7 bagian, setelah itu kita harus menjemurnya dan proses menjemur biasanya mereka mengukan terik matahari atau menaruhnya di atas tungku yang telah di buat para para agar daun daun tikar itu bisa terkenal asap api” proses mengeringkannya bisa sampai empat hari.Ketika daun tikar “herekpor ten” terlihat mongering,maka kita harus membagi bagikannya lebih kecil lagi agar mudah untuk menganyamnya hingga berbentuk noken”tomen”.
Tapi sayangnya generasi muda saat ini, tak lagi mahir dalam membuat noken peninggalan leluhur.Mungkin karna pengaruh budaya luar libraliasasi ataukah karna ketidak mauan mereka untuk meneruskan budaya pembuatang noken”tomen” Walau masih ada genersi muda yang tau dalam membuat tomen tapi itupun mereka yang besar dan tinggal di kampung kampung sementara generasi muda yang tinggal di dalam kota fak fak sudah tak tau lagi untuk membuat noken tersebut.Pada hal ada manfaat saat kita membuat tomen itu,salah satunya menhilangkan stress kita ataupun mempererat kedekatan di lingkunggan di mana kita tinggal.
Pengalaman saya sewaktu kecil di kampung Pikpik itu terlihat jelas ada seorang mama yang lagi membuat tomen seorang diri.Tapi ia membuatnya dengan bernyanyi lagu lagu yang di ingatnya.ada lagi yang saya jumpai” jika mereka mau membuat noken”tomen” biasanya duduk berkumpul bersama mama mama yang ada di sekitar rumahnya bercerita sambil membuat tomen.
Faktor lain yang membuat noken itu di lupakan oleh generasi muda saat ini,adalah birokrasi terkaik yang tak mampu melihat potensi yang terdapat pada tomen atau noken ini,Pada hal ada keutunggan yang bisa di dapat jika mereka menkaji potensi noken yang terbuat dari daun tikar ini. Sebab separuh daerah yang ada di papua mereka menjadikan noken sebagai usaha sampingan bagi masyarakat setempat.
Andai saja pemerintah kabupaten fakfak ataupu mereka yang kembali dengan gelar mulia bag orang tuanya itu,Bisa mengali potensi tomen yang terbuat dari daun tikar ini. Sebuat saja mereka yang mengambil jurusan yang berkaitang dengan membuka peluan usaha dan mendapatkan keutunggannya(bisnis) Tapi yang terjadi saat mereka kembali dengan gelar mulia hanya berharap pada memikiran sarjana papua masa kini PNS padahal dalam diri mereka ada sebuah kelebihan untuk di langjutkan” Mungkin dengan membuat profosal usaha yang akan di masukan di dinas terkait agar mendapatkan modal usaha ataupun koperasi simpan pinjam yang ada di fakfak untuk mendapatkan modal awal.
AKhir kata dari cerpen ini
Sampai kapan kita tergangtun pada pemikiran sarja papua masa kini”PNS”
Sampai kapan kita tergangtung dan tak mampu merebut peluang usaha untuk bersaing?

Secara kualitas orang asli papua

PENGUATAN INDIVIDU
Mahasiswa papua harus membanyakan suatu proses penguatan individu yang ada di papua. Agar semakin banyak orang asli papua yang mengelolah sumber daya alamnya?

MAHASISWA PAPUA HARUS MENJELMA
Dalam bidang pendidikan mahasiswa papua harus menjelma menjadi proyek pencipta kelas baru terdidik yang kualitas minimal standar nasional di Indonesia?

SIAP UNTUK BERSAING

Dalam bidang ekonomi sosial masyaraka mahsiswa harus memberian pelatihan dan pendidikan yang membangun masyarakat papua yang siap untuk bersaing dengan pasar global?

MENJADI JEMBATAN UNTUK MASRAKAT
Ada program pemerintah tentang pembinan yang akan di turungkan oleh pemerintah dan hal itu yang harus di jadikan mahasiwa sebagai jembatan untuk mempersiapkan masyarakat papua yang siap bersaing secara mandiri demi meningkatkan kesejahtraan orang asli papua?

PRADIKMA BARU PEMBAGUNAN PAPUA

Pradikma baru pembangunan papua di btuhkan sebagai proses sosial untuk memperkuat kebijakan pembanguanan orang asli papua sehingga setara dengan warga Negara Indonesia lainya. Program pembangunan harus mampu meningkatkan ordinasi kebutuhan hak hak dasar orang papua dalam kualitas pendidikan ,kesehatan dan kemakmuran ekonomi.

KEMAMPUAN ORANG ASLI PAPUA
Dalam proses pembangunan sumber daya alam dan kemampuan orang asli papua di tingkatkan kaualitasnya sehingga orang papua merasa memiliki dan menjadi bagian subyek pembanguan dan perubahan social di papua. Maka dengan demikian Indonesia dan indinesiaan mampu hadir dalam pelayanan pablik dan kenyataan-kenyataan sosial yang secara berlahan membuat orang papua merasa nyaman dan bangga menjadi bagian dari Negara Indonesia.
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM
Pembangunan ekonomi nasional di papua bertumpuk pada eksploitasi sumber daya alam. Kegiatan eksploitasi ini di nilai telah di mengabaikan tungtutan dan hak hak orang asli papua di atas tanah leluhur mereka . Pengebalian alih lahan tersebut menjadi sumber komflik dan perlawanan terhadap perusahaan dan pemerintas di dalam konflik tersebut aparat keamanan negera ( baca TNI dan Polisi ) jelas melingdungi kepengtingan perusahaan atau pemerintah.

SECARA SISTEMATIK
Pembangunan ekonomi dalam bentuk esplotasi sumber daya alam ,penciptaan pasar dan kegiatan usaha lainnya tidak di dahului oleh kebijakan yang secara sistematik ,mempersiapkan orang asli papua untuk berpatisipasi dan bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Di karnakan arternatif konkrik dari pemerintah lokal sangat minim terhadap orang asli papua . Akibatnya pembanguna dan peluang ekonomi yang tercipta bagi orang no-papua” maka penduduk lokal papua dalam ekploitasi sumber daya alam dan dominasi pendatang menjadi pemicu tuntutan papua merdeka.

PERSETASE PENDATANG DI PAPUA

Sejumlah masalah di papua dalam eksitensinya sebagai bagian dari Indonesia ; pertama secara kualitas orang asli papua menghadapi perubahan pembangunan pada tahun 1959 persetase pendatan masih kurang dari 2% menjadi 4% pada tahun 1971 menjadi 35 % pada tahun 2000 sampai 2005 di perkirakan penduduk pendatang menjadi 41 % dan melonjak 53,3 % 2011 dan tahun tahun berikutnya pneduduk asli papua akan menjadi minoritas. Maka kebebasan bersuara seperti berpolitik akan melemah bagi orang asli papua” di karenakan oleh suara mereka lebih kecil dari pada pendatang dalam pemilihan umum atau pilkada bias di pastikan , pada pilkada pilkada sekarang sudah ada bupati atau wakil walikota itu orang pendatang dan berhasil mengeserkan orang asli papua yang ikut dalam pilkada itu.

BERIKAN KESEMPATAN

Berikan kesempatan untuk kami anak negeri agar bisa berkompotensi di bidang yang kami miliki

PEMERINTAH PAPUA TAK BERGIGI /OMPONG

Pembangunan dianggap berhasil bila pembangunan itu sendiri mampu mensejahtrakan masyarakat dan mandiri sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berjalan baik mana kala partisipasi masyarakat ikut dalam pembangunan itu. Namun harapan melalui pendekatan pembangunan pertumbuhan mengalami distorsi kepada lapisan masyarakat tertentu (konglomerat dan pejabat), justru menghasilkan kesenjangan ekonomi, sosial dan politik di tengah bangsa Indonesia. Apakah pembangunan sudah menyentuh lapisan masyarakat papua? Sebuah pembanguan adalah ‘alat’ yang mampu dan komitmen untuk memajukan pembangunan yang telah dicita-citakan bersama.

Jakarta hanya memerintahkan pejabat lokal papua untuk mejalankan pembangunan membuat masyarakat merasa ‘dipaksa’ menelan kebijakan yang belum tentu disukai oleh masyarakat papua. Karna model pembangunan sama dengan menghilangkan potensi lokal yang beribu-ribu banyaknya. Kebijakan keuangan dan regulasi/perijinan dipegang pemerintah pusat membuat pemerintah daerah tak bergigi ‘atau ompong’; sebab hasil kekayaan daerahnya diserap oleh jakarta. Daerah hanya berfungsi sebagai ‘satpam’ yang menjaga sumberdaya alam yang telah hancur. Ketika muncul kesadaran untuk menuntut hak-hak masyarakat lokal ketika itu pula infansi militer dikerahkan untuk meredam gejolak masyarakat.

Hasil pembangunan adalah kesenjangan ekonomi antara jakarta dan daerah. Di daerah kaya sumberdaya alamnya seperti Papua hanya dirasakan oleh pendatang dan pejabat-pejabat tertentu. Sumberdaya manusia masyarakat asli Papua sangat rendah sebab penyebab utamanya masyarakat papua tidak mampu berpartisipasi dan berkompetisi dengan para pendatang. Ada kecenderungan penduduk asli ‘manja’ dengan ketersediaan sumberdaya alam yang dimiliki sedangkan pendatang memiliki tekad dan ‘kerja keras’ untuk hidup yang lebih baik. Hasilnya adalah ketergantungan hidup antara si miskin terhadap si kaya dan kesenjangan hidup sosial. Dalam kehidupan masyarakat papua yang tidak seimbang akan muncul kecemburuan-kecumburuan sosial. Kalau kecemburuan ini tidak dijembatani akan menimbulkan kompensasi yang berlebihan dalam bentuk kekerasan dan perpecahan. Perpecahan masyarakat inilah adalah pertanda disintegrasi bangsa akan menjadi kenyataan

Followers