SELAMAT DATANG DI BLOG INI

materi lanjutan gejala stress

1.KEMBANGKAN KETERATURAN.
Bebenahlah. Singkirkanlah barang-barang yang tidak dipakai. Anda bias memulihkan rasa tenang kepada sebuah ruangan dengan “pilih dan singkirkan” selama tiga puluh menit.
2.ALIHKANLAH FOKUS ANDA.
Mengalihkan perhatian bisa memberikan istirahat terhadap otak Anda dari pemecahan masalah serta beban. Tidak mungkin dikuasai rasa kuatir kalau ada sesuatu hal lain yang rnenarik minat Anda.
3.LUANGKANLAH WAKTU UNTUK BEROLAHRAGA.
Hilangkanlah tekanan dari tubuh Anda lewat dua puluh menit aerobik.
4.TERBUKALAH KEPADA ORANG LAIN.
Utarakanlah ketegangan Anda kepada teman yang bisa dipercaya.
5.KEMBANGKAN PILIHAN LAIN
Gantilah saluran di otak Anda. Pemecahan masalah lebih efektif kalau pikiran kita sering beristirahat dari suatu masalah ketimbang terus terobsesi dengannya.
6.AMBILLAH WAKTU UNTUK BERSAAT TEDUH
Jadwalkanlah beberapa waktu istirahat singkat sepanjang hri untuk memperlambat kerja otak dan tubuh. Dengarkanlah musik yang membuat rileks. Berdoalah dan renungkanlah Kitab Suci untuk menyejukkan jiwa.
7.TUNTASKANLAH URUSAN YANG BELUM TUNTAS.
Perbaikilah apabila mungkin. Berikanlah ampun ketimbang memendam gerutu.
8.PUTUSKANLAH UNTUK PERCAYA.
Salah satu resep terbaik untuk rasa takut adalah mengatakan, “Ya Allah, aku memilih percaya kepada-Mu”.
9.DEDIKASIKANLAH DIRI KEPADA HAL-HAL YANG DASAR.
Untuk melihat dengan jelas di tengah-tengah stress yang membutakan : Tidurlah delapan hingga sembilan jam setiap malamnya; makanlah makanan yg seimbang gizinya; olahragalah dua hingga tiga puluh menit tiga kali setiap minggunya.
10.LEPASKANLAH
Kalau kewalahan, mundurlah, berilah waktu kepada diri sendiri, dan berhentilah berusaha terlalu keras. Segalanya tidaklah harus “dituntaskan” hari ini juga.
11.BERTEKUNLAH.
Menghindar hanya akan menambah kecemasan. Evaluasilah apa yang dapat dilakukan, dan kerjakanlah itu. Janganlah terperangkap dalam pendekatan “segalanya atau tidak sama sekali”.
12.JANGANLAH MENJADI ORANG “TIPE SERBA BISA”.
Tak ada yang dirancang untuk menjadi Segalanya bagi Semua Orang. Hanya Allah seoranglah yang dapat memenuhi uraian tugas itu.






Cobalah untuk menjadi seseorang yang positif

Cobalah untuk menjadi seseorang yang positif

Tanamkan pada diri anda bahwa anda dapat mengatasi segala sesuatu dengan baik daripada hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu yang terjadi. ?Stress sebenarnya dapat membantu ingatan, terutama pada ingatan jangka pendek dan tidak terlalu kompleks. Stress dapat menyebabkan peningkatan glukosa yang menuju otak, yang memberikan energi lebih pada neuron. Hal ini, sebaliknya, meningkatkan pembentukan dan pengembalian ingatan. Di sisi lain, jika stress terjadi secara terus-menerus, dapat menghambat pengiriman glukosa dan mengganggu ingatan.? All Stress Up, St. Paul Pioneer Press Dispatch, hal 8B, Senin, 30 November 1998.

Yang terpenting, jika stress menempatkan anda dalam keadaan yang tidak teratasi atau mengganggu kegiatan sekolah anda, kehidupan sosial ataupun kehidupan kerja, carilah bantuan ahli di pusat konseling sekolah anda.

Cegah Stress Sebelum Menelan Anda
- Jawaban -
Dapatkah anda bayangkan bagaimana jadinya hidup anda tanpa pernah mengalami stress?. Beruntunglah jika stress ternyata menjadi fakta kehidupan. Agaknya setiap kita harus berurusan dengan itu, setiap hari dalam kehidupan kita. Disekeliling kita, dari mulai tekanan pekerjaan hingga keadaan keluarga. Dari jalanan yang ramai hingga berita malam - kita tidak dapat melirikan diri dari tekanan atau stress. Kala masyarakat menjadi lebih cepat, kehidupan kita bahkan menjadi lebih penuh stress. Suatu kehidupan tanpa stress? Tampaknya kita harus menunggu hingga kita pergi ke rumah Bapa di Surga untuk mengalami kebahagiaan tanpa stress sedikitpun. Untuk saat ini, rumah kita dipenuhi dengan stress. Dan ketika menjadi kebodohan bila berpikir anda dapat melarikan diri dari stress, adalah sesuatu yang vital bagi kesehatan untuk mempelajari bagaimana mengelola stress dalam hidup kita.
Stress dapat membahayakan kesehatan kita. Survei menunjukkan bahwa 43 persen orang dewasa menderita mulai dari dampak tidak baik pada kesehatan hingga menderita stress. Stress dapat menghabiskan vitamin B dari tubuh yang sangat penting untuk sistem kita menghadapi ketakutan. Itu juga dapat mengurangi penyerapan nutrisi dalam sistem tubuh kita dari makanan yang kita makan dan dari suplemen yang kita masukkan kedalam tubuh. Ketika anda mengatakan anda merasa "stress", itu lebih dari sekedar masalah secara emosional saja. Hal itu mempengaruhi tubuh anda dalam banyak cara dibanding yang dapat anda bayangkan.
Namun ada kabar baik. Ada langkah sederhana yang dapat kita ambil untuk melawan stress sebelum stress mengganggu anda. Cobalah gabungan langkah sederhana ini dalam gaya hidup anda, sehingga tubuh anda lebih siap mengatasi stress dalam kehidupan setiap hari.

1. Dapatkah Tidur yang Cukup. Telah terbukti jika tidur benar-benar menolong mengurangi stress. Tidur memulihkan tubuh dan pikiran dan menolong kita memelihara kesehatan mental dan fisik. Studi telah menunjukkan bahwa "orang yang tidur tujuh hingga delapan jam setiap malamnya menikmati kesehatan dan kehidupan yang lebih panjang daripada orang yang kurang tidur." (Mid-Columbia Medical Center, Oregon) berdasarkan Dr. David Posen, dalam tulisannya di Canadian Journal of Continuing Medical Education sejarah peristiwa stress, pasien hampir selalu menderita akibat keletihan. Keletihan membuat kita kurang dapat mengatasi dengan baik situasi penuh tekanan. Dinamika ini dapat menciptakan siklus tindakan yang merusak. Ketika pasien yang mengidap stress mendapatkan lebih banyak istirahat, mereka akan merasa lebih baik dan lebih tabah dan mampu beradaptasi kala berurusan dengan peristiwa setiap harinya. Jangan remehkan gagasan kuno tentang tidur malam yang cukup. Tidur cukup memberi lebih banyak kesehatan daripada yang anda tahu.

2. Makanan Diet Seimbang Untuk Menjaga Nutrisi. Telah disebutkan sebelumnya bahwa stress dapat mengurangi vitamin B dari tubuh dan mengurangi penyerapan nutrisi vital. Menjadi penting untuk memastikan makanan kita memiliki diet yang seimbang. Sikap dalam satu pengalaman atau bagaimana merespon terhadap peristiwa stress tergantung daripada seberapa banyak diet makanan seperti halnya pada kecakapan kita. Memakan makanan yang benar dan menjaga diet seimbang dapat menolong mengurangi stress dan mendorong lebih banyak energi. Juga, cobalah untuk membuat waktu makan anda menjadi tenang dan rileks. Makan dalam perjalanan biasanya membuat kita memilih makanan yang buruk dan suatu atmosfir penuh kesibukan yang hanya akan menyumbang terjadinya stress yang lebih besar.

3. Perbaiki Pola Makan Dengan Suplemen yang Berkualitas. Sebagai tambahan untuk pola makanan diet yang seimbang, suplemen amat penting untuk keseluruhan kesehatan dan nutrisi. Mengkonsumsi suplemen adalah langkah besar untuk menolong sistem tubuh yang tengah gelisah yang beresiko lebih besar selama waktu-waktu stress. Semakin besar dukungan bagi sistem tubuh yang tengah stress, peneliti telah menunjukkan bahwa vitamin B-12 adalah nutrisi yang paling utama karena mendorong aktifitas sel saraf dalam tubuh. Badan Makanan dan Gizi AS telah merekomendasikan bahwa orang yang berusia lebih dari 51 tahun menyerap nutrisi tidak sebaik daripada apa yang harus dipakai tubuhnya. Oleh karena itu mereka harus melakukan diet suplemen vitamin B-12 atau dibentengi oleh produk makanannya.

4. Hindari Atau Batasi Kafein. Kafein adalah perangsang yang benar-benar membangkitkan reaksi stress dalam tubuh (Dr. David Posen, Canadian Journal of Continuing Medical Education). Orang yang membuat rendah kadar kafein atau bahkan menghilangkan masuknya kafein dilaporkan mempunyai kondisi perasaan yang lebih santai, lebih tidak gelisah dengan energi dan memperbaiki pola tidur. Lain kali kala anda membutuhkan secangkir kopi, carilah yang bebas kafein.

5. Olah Raga Teratur. Olah raga adalah kunci untuk mengurangi stress!. Berdasarkan Dr. David Posen : "Tidak ada yang menyangkal olah raga aerobik sebagai satu cara menyalurkan energi kala kita stress". Olah raga secara umum direkomendasikan kita lakukan dalam bentuk aerobik paling tidak selama 20 menit, tiga kali seminggu. Jika anda belum berolah raga, temukan aktifitas yang bekerja baik bagi anda dan mulailah lakukan!.
6. Nikmati Kesenangan Sederhana. Terkadang hal-hal kecil justru yang amat berarti. Adalah menakjubkan bagaimana pengobatan sederhana yang berkaitan dengan kesenangan dapat mengurangi stress. Ambil waktu berjalan di danau atau taman, bermain dengan anak atau keponakan atau membaca buku. Buatlah waktu dalam jadwal anda untuk melakukan hal-hal sederhana yang membawa kegembiraan pada diri anda.

7. Berdoa. Terakhir dalam daftar... namun bukan berarti tidak penting. Ada banyak alasan untuk berdoa. Pertolongan bagi stress hanyalah satu keuntungan dari gaya hidup berdoa. Firman Tuhan penuh dengan peringatan untuk berdoa (1Tesalonika 5:17, Yakobus 5:13, Filipi 4:6). Dan sekarang pengetahuan mengambil alih. Pada tahun 1997 dilaporkan bahwa paling tidak 30 sekolah medis di AS menawarkan program pengajaran pada subyek tentang iman dan peran doa dalam proses penyembuhan. Berdasar Dr. Herbert Benson, presiden Mind/Body Medical Institute pada Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston (Institut Kesehatan Pikiran dan Tubuh), 60% dokter yang dikunjungi berhubungan dengan stress - penyakit yang dapat ditolong atau diperbaiki dengan dampak penenangan secara psikologis melalui doa.
Kita tidak pernah menghilangkan stress dari kehidupan kita - paling tidak hingga kita masuk ke surga kelak. Tips gaya hidup ini dapat amat berguna namun hanya jika anda melakukannya secara konstan. Bahkan jika itu tidak mungkin, adalah penting untuk mengkonsumsi suplemen setiap hari dengan suplemen berkualitas B-12, karena suplemen inilah yang amat kurang karena dipakai ketika mengalami stress.

Mengenali Stres:

Pertama-tama, anda harus belajar mengenali stres

Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Melepaskan diri dari alkohol, narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-indikasi dari gelaja stres. Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres.

Jika anda merasa stres mengaruhi pelajaran anda,langkah pertama adalah mencari bantuan melalui pusat koseling di sekolah anda.

Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?


Perhatikan lingkunga sekitar anda:
Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.

Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan:
Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.

Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele:
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.

Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi:
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.

Hindari reaksi yang berlebihan:
Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?

Tidur secukupnya:
Karena Kurang istirahat hanya akan memperburuk stress.

Hindari pengobatan diri sendiri serta menghindari zat-zat yang berbau alkohol:
Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres. Namun tidak dapat membantu memecahkan masalah.

Belajarlah cara terbaik untuk merelaksasikan diri anda:
Meditasi dan latihan pernafasan telah terbukti efektif dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk menjernihkan pikiran anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.

Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri:
Dengan mengurangi jumlah kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi beban yang berlebihan.

Jangan membebani diri anda secara berlebihan:
dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.

Ubahlah cara pandang anda:
Belajarlah untuk mengenali stress. Tingkatkan reaksi tubuh anda dan buatlah pengaturan diri terhadap stress

Lakukan sesuatu untuk orang lain:
Untuk melepaskan pikiran dari masalah anda sendiri.

Hindari stress:
Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun.

Tingkatkan ketahanan diri anda:
Yang harus digarisbawahi dari manajemen stress adalah ?Saya membuat diri saya sendiri sedih?.

Cobalah untuk ?memanfaatkan? stress:
Jika anda tidak dapat melawan apa yang mengganggu anda, dan anda tidak dapat menghindar darinya, berjalanlah seiring dengannya dan cobalah untuk memanfaatkannya secara produktif.

Beredarnya Foto SM



Foto-foto Syur dan Bugil Praja IPDN. Berita tentang beredarnya foto-foto syur dan bugil praja IPDN telah beredar luas di internet. Foto-foto bugil syur/bugil ini dilakukan oleh seorang praja wanita bernama SM dari Papua. Foto tersebut terdapat 13 gambar, salah satunya adalah foto SM mengenakan seragam IPDN berwarna putih. Diketahui dia adalah alumni IPDN angkatan 16.

Foto-foto syur ini menggambarkan SM telanjang dalam posisi telentang, telungkup, hingga berhubungan intim dengan seorang pria. Sepertinya, SM menikmati hubungan ini. Salah satu gambar menunjukkan, SM dengan mata terpejam memeluk laki-laki yang tidak terlihat wajahnya itu. Perbuatan syur tersebut dilakukan di sebuah kamar.

Berita ini tentu sangat menghebohkan IPDN yang sedang dalam usaha untuk membersihkan diri. Dan jika dilihat bahwa sebenarnya bukan salah IPDN karena SM adalah alumni IPDN dan foto-foto itu dilakukan setelah dia lulus dari IPDN.

Benarkah, hal tersebut diatas dilakukan sendiri untuk mencari popularitas, ataukah hanya koleksi pribadi yang sebenarnya di sebarluaskan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab? semoga ada kejelasan dan pelaku segera di mintai keterangan terkait perbuatannya.

Gejala & Penyebab Stress dan Cara mengatasinya

Gejala & Penyebab Stress

Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stress yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan.

Gejala-gejala

*Menjadi mudah tersinggung dan marah terhadap teman, keluarga dan kolega.
* Bertindak secara agresif dan defensif
* Merasa selalu lelah.
* Sukar konsentrasi atau menjadi pelupa.
* Palpitasi atau jantung berdebar-debar.
* Otot-otot tegang.
* Sakit kepala, perut dan diare.

Komplikasi

* Tekanan darah tinggi dan serangan jantung.
* Sakit mental, hysteria.
* Gangguan makan seperti hilang nafsu makan atau terlalu banyak makan.
* Tidak bisa tidur (insomnia).
* Migren/kepala pusing.
* Sakit maag.
* Serangan asma yang tambah berat.
* Ruam kulit.

Penyebab

* Kejadian hidup sehari-hari baik gembira dan sedih seperti:

Menikah/mempunyai anak.

- Mulai tempat kerja baru/pindah rumah/emigrasi.
- Kehilangan orang yang dicintai baik karena meninggal atau cerai.
- Masalah hubungan pribadi.
* Pelajaran sekolah maupun pekerjaan yang membutuhkan jadwal waktu yang ketat, dan atau bekerja dengan atasan yang keras dan kurang pengertian.
* Tidak sehat.
* Lingkungan seperti terlalu ramai, terlalu banyak orang atau terlalu panas dalam rumah atau tempat kerja.
* Masalah keuangan seperti hutang dan pengeluaran di luar kemampuan.
* Kurang percaya diri, pemalu
* Terlalu ambisi dan bercita-cita terlalu tinggi.
* Perasaan negatif seperti rasa bersalah dan tidak tahu cara pemecahannya, frustasi.
* Tidak dapat bergaul, kurang dukungan kawan.
* Membuat keputusan masalah yang bisa merubah jalan hidupnya atau dipaksa untuk merubah nilai-nilai/prinsip hidup pribadi. Yang dapat anda lakukan

Bagaimana mencegah stress ?

* Lihat/ukur kemampuan sendiri. Belajar untuk menerima apa adanya dan mencintai diri sendiri.
* Temukan penyebab perasaan negatif dan belajar untuk menanggulanginya. Jangan memperberat masalah dan coba untuk sekali-kali mengalah terhadap orang lain meskipun mungkin anda di pihak yang benar.
* Rencanakan perubahan-perubahan besar dalam kehidupan anda dalam jangka lama dan beri waktu secukupnya bagi diri anda untuk menyesuaikan dari perubahan satu ke yang lainnya.
* Rencanakan waktu anda dengan baik. Buat daftar yang harus dikerjakan sesuai prioritas.
* Buat keputusan dengan hati-hati. Pertimbangkan dengan masak-masak segi baik atau buruk sebelum memutuskan sesuatu.
* Biarkan orang lain ikut memikirkan masalah anda. Ceritakan kepada pasangan hidup, teman, supervisor atau pemimpin agama. Mereka mungkin bisa membantu meletakkan masalah anda sesuai dengan proporsinya dan menawarkan cara-cara pemecahan yang berguna.
* Bangun suatu sistim pendorong yang baik dengan cara banyak berteman dan mempunyai keluarga yang bahagia. Mereka akan selalu bersama anda dalam setiap kesulitan.Jaga kesehatan, makan dengan baik, tidur cukup dan latihan olahraga secara teratur.
* Rencanakan waktu untuk rekreasi.
* Tehnik relaksasi seperti napas dalam, meditasi atau pijatan mungkin bisa membantu menghilangkan stress.

Nantikan lanjutannya, di postingan berikut....

Dari Sana Kita Mulai


Lanjutan dari halaman"Dari Sana Kita Mulai"

Catatan

[1]"Di Mana Kita Mulai" (Where to Begin) diterbitkan dalam Iskra dan diterbitkan kembali oleh organisasi-organisasi Social-Demokratik lokal sebagai sebuah pamflet terpisah. Liga Social-Democratik Siberia mencetak 5.000 kopi dari dan mendistribusikannya ke seluruh Siberia. Pamflet tersebut didistribusikan juga di Samara, Tambov, Nizhni-Novgorod, dan kota-kota lain di Rusia.


[2] Rabocheye Dyelo (Perjuangan Buruh)-- sebuah jurnal dengan pandangan-pandangan "Kaum Ekonomis", organ Persatuan Sosial-Demokrat Rusia di luar negeri. Majalah ini terbit secara tidak teratur dan diterbitkan di Jenewa dari bulan April 1899 hingga Februari 1902, diedit oleh B. N. Krichevsky, A. S. Martinov, dan V.P. Ivanshin.

Semuanya berjumlah 12 nomor dalam 9 edisi.Lenin mengkritik pandangan-pandangan kelompok Rabocheye Dyelo dalam tulisannya "Apa yang harus Dilakukan" (What Is to Be Done?)


[3] "Listok" Rabochevo Dyela (Suplemen Rabocheye Dyelo) –– delapan nomor diterbitkan di Jenewa dengan jarak yang tidak teratur, antara Juni 1900 dan Juli 1901.


[4] Rabochaya Mysl (Pemikiran Buruh)-- sebuah koran "Kaum Ekonomis", organ Persatuan Sosial-Demokrat Rusia di luar negeri. Diterbitkan dari Oktober 1897 sampai Desember 1902. Semuanya berjumlah 16 terbitan: nomor 3 sampai 11 serta Nomor 16 diterbitkan di Berlin, sisanya di St. Peterburg. Koran ini diedit oleh K.M. Takharev dan rekan-rekannya yang lain. Lenin mencirikan pandangan-pandangan koran ini sebagai sebuah variasi ala Rusia dari oportunisme internasional dan mengkritiknya dalam sejumlah besar artikel-artikelnya yang diterbitkan di Iskra dan juga dalam karya-karya lain, termasuk dalam "What Is to Be Done?"


[5] Ini merujuk pada artikel "Tugas-tugas yang Mendesak dalam Gerakan Kita" (The Urgent Tasks of Our Movement) yang terbit sebagai tajuk rencana dalam Iskra no. 1, Desember 1900 (lihat edisi Collected Works ini, volume 4, halaman 366-71) Iskra ("Cetusan") adalah koran gelap pertama kaum Marxist yang menjangkau seluruh Rusia, didirikan oleh Lenin pada tahun 1900. Pendirian organ militan Marxis revolusioner ini merupakan "jaringan utama dan tugas pokok dalam mata rantai jaringan dan tugas-tugas" yang dihadapi kaum sosialis Rusia pada waktu itu. Sebab tidak mungkinnya mendirikan koran revolusioner di Rusia, karena adanya dakwaan polisi, Lenin, ketika masih dibuang di Seberia, menganjurkan secara detail rencana untuk menerbitkannya di luar negeri. Ketika masa pengasingannya berakhir pada bulan Januari 1900, Lenin segera merealisasikan rencananya. Bulan Februari ia mengadakan negosiasi dengan Vera Zasulich, yang telah datang ke St. Petersburg secara ilegal dari luar negeri, untuk berpartisipasi dalam kelompok Emansipasi Buruh di bidang penerbitan sebuah koran Marxist bagi seluruh Rusia. Apa yang kemudian dikenal sebagai Konferensi Pskov diadakan bulan April dengan partisipannya V.I. Lenin, L. Martov (Y. O. Tsederbaum), A. N. Potresov, S. I. Radchenko, dan kaum "Marxis legal" (P. B. Struve and M. I. Tugan-Baranovsky). Konferensi tersebut menyimak dan mendiskusikan draft editorial dari program penerbitan itu serta tujuan dari koran yang menjangkau seluruh Rusia (Iskra), serta majalah ilmiah dan politik Zarya ("Fajar"). Lenin mengunjungi sejumlah kota –– St. Petersburg, Riga, Pskov, Nizhni Novgorod, Ufa, and Samara – untuk menjalin hubungan dengan individu dan kelompok-kelompok Sosial-Demokrat dan meminta dukungan mereka terhadap Iskra. Pada bulan Agustus, ketika Lenin tiba di Swiss, ia dan Potresov bersama kelompok Emansipasi Buruh mengadakan konferensi, mengenai program dan tujuan dari koran dan majalah tadi, dengan mereka yang mungkin jadi kontributor, mengenai komposisi Dewan Editorial, dan juga mengenai soal markas redaksi. Nomor pertama ISKRA-nya Lenin terbit pada tanggal 11 Desember, 1900, di Leipzig, sedangkan nomor-nomor berikutnya dicetak di Munich; sejak April, 1902, di London; dan mulai musim semi 1903, di Jenewa. Dewan editorial ISKRA terdiri dari V.I. Lenin, G.V. Plekhanov, Y.O. Martov, P.B. Axelrod, A.N. Potresov dan V.I. Zasulich. Sekretaris pertama Dewan Editorial adalah I. G. Smidovich-Leman. N.K. Krupskaya menjadi sekretaris dewan editorialnya, pada musim semi 1901. Lenin lah, yang sebenarnya menjadi pemimpin redaksi dan tokoh terpenting ISKRA. Ia menerbitkan artikel-artikelnya mengenai semua masalah penting tentang organisasi Partai dan perjuangan kelas proletar Rusia, selain itu juga tentang kejadian-kejadian terpenting dalam urusan-urusan internasional. Sebagaimana direncanakan Lenin, Iskra menjadi pusat berkumpulnya kekuatan-kekuatan Partai, pusat pelatihan bagi buruh-buruh yang memimpin Partai. Di sejumlah kota di Rusia (St. Petersburg, Moscow, Samara, dan lainnya) kelompok-kelompok dan komite-komite RSDLP (Partai Buruh Demokrasi-Sosial Rusia) terorganisir mengikuti garis Iskra-nya Lenin. Organisasi-organisasi Iskra berkembang pesat dan bekerja dibawah kepemimpinan langsung para pendukung dan kawan-kawan seperjuangan Lenin: N. E. Bauman, I. V. Babushkin, S. I. Gusev, M. I. Kalinin, G. M. Krzhizhanovsky, dan lain-lain. Koran tersebut memainkan peran menentukan dalam perjuangan demi Partai Marxis untuk mengalahkan "kaum Ekonomis", dan untuk menyatukan berbagai lingkaran studi Sosial-Demokratik yang terpencar-pencar. Atas inisiatif dan partisipasi langsung Lenin, Dewan Editorial membentuk rancangan program Partai (diterbitkan dalam Iskra, nomor 21), dan menyiapkan Kongres II RSDLP, yang diselenggarakan pada bulan Juli dan Agustus 1903. Pada saat kongres diadakan, mayoritas organisasi Sosial-Demokrat Rusia telah mengkaitkan dirinya dengan ISKRA, menyetujui taktik-taktiknya, program-programnya dan rencana organisasi, serta mengakuinya sebagai organ kepemimpinan. Dalam resolusi khusus, Kongres memberikan catatan tentang peranan khusus yang dimainkan ISKRA dalam perjuangan partai, dan menerimanya sebagai Organ Pusat RSDLP. Kongres II menunjuk dewan editorial yang terdiri dari Lenin, Plekhanov dan Martov. Martov menentang keputusan partai dan menolak berpartisipasi, dan jadilah terbitan ISKRA Nomor 46-51 muncul dieditori Lenin dan Plekhanov. Kemudian Plekhanov menyeberang ke posisi kaum Menshevik dan menuntut agar bekas-bekas editor dari golongan Menshevik yang telah ditolak Kongres dijadikan dewan editorial. Lenin tidak bisa menyetujui anjuran tersebut, dan pada tanggal 19 Oktober (1 November, penangglan baru), 1903, ia meningalkan Dewan Editorial guna menguatkan posisinya di Komite Sentral dan mengadakan perjuangan melawan kaum oportunis Menshevik dari sana.

Nomor 52 ISKRA diedit oleh Plekhanov sendiri. Pada tanggal 13 November (26), 1903, Plekhanov atas inisiatifnya sendiri dan mencemoohkan kehendak Kongres, mengkooptasikan bekas-bekas editor Menshevik di Dewan Editorial. Dimulai pada nomor 52, kaum Menshevik mengambil alih ISKRA jadi organ oportunis mereka.


[6] Bagian ini merujuk pada aksi-aksi revolusioner massa yang terdiri atas para mahasiswa dan buruh –– demonstrasi-demonstrasi politik, rapat-rapat umum, dan pemogokan-pemogokan – yang terjadi dalam bulan Februari – Maret, 1901, di beberapa kota Rusia –– St. Petersburg, Moskow, Kiev, Kharkov, Yaroslavl, Tomsk, Warsaw, Belostok dan kota-kota lainnya. Pergerakan mahasiswa tahun 1900-1901, yang berawal dengan tuntutan-tuntutan akademik, mencapai watak aksi revolusioner melawan kebijakan otokrasi yang reaksioner; aksi-aksi mereka ini didukung oleh buruh-buruh yang maju dan hal itu mendapat sambutan di segala lapisan masyarakat Rusia. Sebab langsung dari berbagai demonstrasi dan pemogokan di bulan Februari dan Maret 1901 adalah pemanggilan wajib militer terhadap 183 mahasiswa Universitas Kiev sebagai tindakan hukuman atas partisipasi mereka dalam sebuah pertemuan mahasiswa.

Pemerintah melancarkan serangan gencar terhadap para partisipan aksi revolusioner; polisi dan pasukan Kazak membubarkan demonstrasi-demonstrasi dan menyerang partisipan-partisipan itu. Ratusan mahasiswa ditangkap dan dikeluarkan dari sekolah-sekolah tinggi dan berbagai universitas. Tanggal 4 (7) Maret 1901, demonstrasi di lapangan Katedral Kazan, St, Petersburg, dibubarkan secara amat brutal. Kejadian-kejadian selama Februari-Maret merupakan bukti kebangkitan revolusioner di Rusia; partisipasi kaum buruh dalam pergerakan di bawah slogan politik adalah luar biasa penting.


[7] Referensi ini ditujukan untuk tulisan Lenin yang berjudul "What Is To Be Done? Burning Questions of Our Movement" (Apa yang Harus Dilakukan? Permasalahan-permasalahan Mendesak Gerakan Kita).


[*] Tentulah akan dimengerti, bahwa agen-agen ini dapat bekerja secara berhasil hanya dalam kontak paling rapat dengan komite-komite lokal (kelompok-kelompok dan lingkaran-lingkaran diskusi) partai kita. Secara umum, tentulah, seluruh rencana yang diproyeksikan oleh kita bisa di implementasikan hanya dengan bantuan komite yang paling aktif, yang telah berkali-kali berusaha menyatukan partai dan yang, kami yakin, akan berhasil mencapai persatuan tersebut – bila tidak sekarang, kemungkinannya esok, bila tidak dalam satu cara, maka akan mengambil cara lain.


Dari Sana Kita Mulai



Lanjutan dari halaman kemarin yang berakhir dengan angka [7]



Menurut kami, titik tolak kegiatan kita, langkah pertama menuju organisasi yang dicita-citakan, atau, bisa dikatakan hal ini merupakan jalur utama yang -bila diikuti-memungkinkan kita secara pasti untuk mengembangkan, memperdalam dan memperluas organisasi tersebut, ialah pendirian sebuah koran politik yang menjangkau seluruh Rusia. Apa yang sangat kita butuhkan adalah koran. Tanpa koran kita tak akan dapat secara sistimatis menjalankan propaganda dan agitasi secara menyeluruh, konsisten dalam prinsip, yang mereupakan tugas utama dan tetap kaum Sosial-Demokrat secara umum, dan juga merapakan tugas yang paling mendesak pada saat ini, ketika minat pada politik dan masalah-masalah sosialisme telah bangkit di tengah-tengah sebagian besar penduduk. Sebelumnya, tidak pernah ada kebutuhan yang begitu besar seperti sekarang ini untuk memperkuat agitasi yang disebarkan oleh aksi-aksi individual, selebaran lokal, pamflet-pamflet, dan sebagainya, dengan cara agitasi sistimatis dan luas melalui terbitan pers reguler. Bukanlah sesuatu yang dilebih-lebihkan kalau dikatakan bahwa frekwensi dan keteraturan pencetakan suatu koran (serta distribusinya) dapat dijadikan sebuah kriteria yang tepat mengenai sebagus apa sektor yang paling utama dan esensial dari aktivitas-aktivitas militan kita ini dibangun. Lebih jauh lagi, koran kita haruslah koran yang dapat menjangkau seluruh Rusia. Jika kita gagal, dan selama kita gagal, menggabungkan usaha-usaha kita untuk mempengaruhi rakyat dan pemerintah dengan menggunakan kalimat-kalimat cetakan, maka hanya akan menjadi utopia semata untuk berpikir tentang mengkombinasikan cara-cara lain yang lebih kompleks, sulit, tetapi yang juga lebih meyakinkan guna meluaskan pengaruh. Secara ideologis, sebagaimana juga dalam praktek dan dalam pengertian-pengertian organisasi, pergerakan kita menderita kerugian besar disebabkan pergerakan kita ini berada dalam kondisi tercabik-cabik, juga disebabkan karena mayoritas luas –– bahkan hampir-hampir seluruhnya –– kaum Sosial-Demokrat terbenam pada kerja-kerja lokal, yang menyempitkan pandangan mereka, jangkauan aktivitas mereka, kesiapan dan kecakapan mereka dalam menangani kerahasiaan. Persisnya dalam keadaan terfragmentasi inilah kita harus melihat akar terdalam dari ketidakstabilan dan kebimbangan yang telah disebutkan tadi. Langkah pertama untuk mengatasi kelemahan ini, guna mentransformasikan pergerakan-pergerakan lokal menjadi satu di seluruh Rusia, haruslah berupa pendirian sebuah koran se-Rusia. Dan apa yang dibutuhkan adalah sebuah koran politik. Tanpa organ politik, suatu pergerakan yang pantas disebut pergerakan politik tidak mungkin di Eropa sekarang ini. Tanpa koran semacam itu kita tidak mungkin dapat memenuhi tugas kita –– tugas mengkonsentrasikan unsur-unsur ketidakpuasan dan protes politik, guna memperkokoh pergerakan revolusioner kaum proletar. Kita telah mengambil langkah pertama, kita telah membangkitkan suatu hasrat di dalam kelas buruh untuk melakukan pembongkaran "ekonomis", ialah tentang ikhwal pabrik; kini kita harus mengambil langkah berikutnya, yakni membangkitkan dalam setiap lapisan masyarakat yang melek politik sebuah hasrat untuk pembongkaran politis. Kita tidak boleh berkecil hati oleh adanya fakta bahwa saat ini suara-suara pengungkapan politis masih lemah, takut-takut, dan jarang terdengar. Hal ini bukan disebabkan kepatuhan sepenuhnya terhadap kelaliman polisi, melainkan karena orang-orang yang mampu dan siap mengadakan pengungkapan-pengungkapan politik tadi tidak memiliki mimbar untuk berbicara, tidak ada audiens yang haus dan bersemangat, mereka tidak melihat di manapun di antara massa kekuatan yang bisa menhantarkan keluhan mereka dalam menentang "kemahakuasaan" Pemerintah Rusia. Tapi sekarang semuanya sedang berubah dengan cepat. Ada kekuatan demikian – kaum proletar revolusioner yang sudah menunjukkan kesiapannya, tidak saja hanya untuk mendengarkan dan mendukung seruan demi perjuangan politik, akan tetapi juga bersedia ikut bertempur. Sekarang ini kita sudah mampu menyediakan sebuah mimbar buat mengekspos pemerintah Tsaris secara nasional, dan memang tugas kitalah untuk melakukannya. Mimbar tersebut haruslah koran Sosial-Demokrat. Kelas buruh Rusia, berbeda dari kelas dan strata lainnya dalam masyarakat Rusia, menonjolkan minat yang konstan serta luas dalam pengetahuan politik, dan menunjukkan secara luas dan terus menerus (tidak hanya dalam periode kerusuhan semata) kehausan atas literatur ilegal. Ketika minat massa semacam ini telah jelas, ketika pelatihan para pemimpin revolusioner yang berpengalaman telah dimulai, dan ketika konsentrasi kelas buruh membuat kelas itu penguasa yang sebenarnya di kampung-kampung buruh dan daerah-daerah perindustrian di kota-kota besar, maka bukan hal yang tidak mungkin untuk mendirikan sebuah koran politik. Melalui kaum proletar koran tersebut akan mencapai kaum borjuasi kecil perkotaan, pengrajin di pedesaan, dan kaum tani; dengan begitulah ia menjadi suatu koran politik milik rakyat.

Bagaimanapun juga, peran koran seharusnya tidak terbatas pada penyebaran ide-ide, pendidikan politik, dan pada pendaftaran sekutu-sekutu politik. Sebuah koran tidak hanya melakukan propaganda dan agitasi kolektif, tetapi juga harus menjadi organisator kolektif. Dalam hal terakhir ini mungkin bisa disamakan dengan rancah yang mengelilingi bangunan dalam proses konstruksi, yang menandai bentuk struktur bangunan dan memudahkan komunikasi di antara para pembangunnya, sehingga mereka bisa mendistribusikan pekerjaan dan memandang hasil-hasil yang dikerjakan oleh tenaga mereka yang terorganisir. Dengan bantuan koran itu, sebuah organisasi yang permanen akan berkembang secara alamiah. Organisasi ini akan berperan tidak hanya dalam aktivitas lokal, tetapi dalam pekerjaan umum yang reguler, dan akan melatih para anggotanya untuk mengamati kejadian-kejadian politik secara telaten, menafsir artian dan pengaruh mereka dalam berbagai macam strata penduduk, dan memgembangkan taktik-takik efektif bagi partai revolusioner itu untuk mempengaruhi kejadian-kejadian tersebut.

Pekerjaan teknis seperti mempersiapkan berita-berita buat koran ini serta mempromosikan dan menyebarluaskanya akan memerlukan sebuah jaringan kerja agen-agen lokal partai itu, yang akan berkomunikasi secara teratur satu sama lain, selalu mengetahui tentang keadaan-keadaan umum, terbiasa untuk menjalankan fungsi-fungsi mereka secara rinci dan teratur di seluruh Rusia, dan menguji kekuatan mereka dalam menggelar berbagai aksi revolusioner.

Jaringan agen[*] ini akan membentuk kerangka sebuah organisasi seperti yang kita butuhkan. Cukup luas dan bersegi ganda demi menjalankan sebuah pembagian kerja yang teliti dan terperinci; dan sangat kuat supaya mampu meneruskan pekerjaannya secara mandiri dalam keadaan apa pun bahkan di hadapan perubahan yang sangat mendadak, atau situasi yang amat berbelit-belit, atau dalam situasi tak terduga. Di satu pihak cukup fleksibel untuk menghindari perang terbuka melawan musuh yang sangat besar, ketika musuh itu sudah memusatkan seluruh kekuatan mereka di satu titik; tetapi di lain pihak mampu mengambil kesempatan baik, dan menyerang musuhnya ketika mereka tidak terlalu menyadarinya


Sekarang, kita menghadapi tugas yang relatif mudah yaitu mendukung demonstrasi-demonstrasi mahasiswa di jalanan kota-kota besar; esok, kita mungkin menghadapi tugas berat dalam menyokong, contohnya, gerakan para penganggur di daerah-daerah tertentu; dan hari berikutnya, kita harus berada di pos-pos kita untuk memainkan peranan revolusioner dalam pemberontakan petani. Sekarang, kita harus mengambil keuntungan dari panasnya situasi politik akibat kampanye pemerintah menentang Zemstvo [parlemen boneka]; esok bisa jadi kita harus mendukung ketidakpuasan rakyat terhadap seorang perwira Tsaris yang gila dan buas, dan menyokong, dengan cara-cara pemboikotan, ungkapan ketidakpuasan serta demonstrasi-demonstrasi, dan lain sebagainya, untuk begitu mempersulit dia, sehingga dia bisa dipukul mundur secara terbuka. Tingkat kesiapan untuk bertempur yang demikian hanya dapat dibangun di atas basis aktifitas konstan pasukan reguler. Jikalau kita menggabungkan kekuatan untuk memproduksi satu koran bersama, maka pekerjaan demikian akan melatih dan memajukan tidak saja para propagandis yang paling terampil, akan tetapi juga organisator-organisator yang paling cakap, para pemimpin partai politik yang paling berbakat dan mampu meluncurkan, pada saat yang tepat, ajakan pertempuran yang menentukan serta memimpinnya.

Sebagai penutup beberapa kata-kata untuk menghindarkan kesalahpahaman yang mungkin timbul. Secara terus menerus kita telah berbicara tentang persiapan yang sistimatis dan terencana, namun sama sekali bukan maksud kita bahwa otokrasi dapat ditumbangkan hanya oleh pengepungan reguler atau serangan yang terorganisir.

Pandangan demikian akan menjadi menggelikan dan doktriner. Sebaliknya, adalah mungkin saja, dan secara historis lebih sering terjadi, bahwa otokrasi akan runtuh di bawah tekanan ledakan spontan atau komplikasi-komplikasi politik yang tak terduga sebelumnya, yang sebenarnya secara terus-menerus mengancam otokrasi itu dari segala sudut. Akan tetapi, sebuah partai politik yang ingin menghindarkan petualangan yang amat riskan, tidak boleh mendasarkan kegiatannya pada harapan ledakan dan komplikasi yang demikian akan terjadi. Kita harus menempuh jalan sendiri, dan haruslah secara tabah mengemban kerja reguler kita; dan makin berkurangnya kepercayaan pada faktor yang tidak bisa diduga sebelumnya, maka semakin berkurang juga kemungkinan kita terperangkap kelengahan yang disebabkan "perubahan historis" apapun.



Nantikan bacaan berikutnya di blog yg sama....


Dari Sana Kita Mulai


Pada prinsipnya kita belum pernah, dan tidak dapat, menolak teror. Teror adalah suatu bentuk aksi militer yang bisa jadi cocok sekali, dan bahkan sangat dibutuhkan, pada suatu saat tertentu di dalam pertempuran, dalam keadaan tertentu pasukan tempur serta kondisi-kondisi tertentu. Namun titik pentingnya adalah bahwa saat ini teror sama sekali tidak sedang diusulkan sebagai suatu operasi tentara yang aktif di lapangan, yang erat kaitannya dengan keseluruhan sistim perjuangan, tapi sebagai bentuk independen dari serangan tersendiri yang tidak terkait dengan tentara manapun. Tanpa suatu badan sentral, dan selama organisasi-organisasi revolusioner lokal masih lemah, teror tidak bisa menjadi lebih dari itu. Makanya kita menyatakan secara tegas bahwa dalam situasi sekarang ini, alat perjuangan semacam itu tidak pada tempatnya dan tidak cocok: itu mengalihkan perhatian para pejuang yang paling aktif dari tugas-tugas mereka yang sebenarnya, yang dari sudut pandang perjuangan keseluruhan adalah paling penting; dan akan memporakporandakan bukan kekuatan pemerintah melainkan kekuatan revolusioner. Kita hanya perlu mengingat tentang kejadian-kejadian belakangan ini. Dengan mata kepala sendiri kita melihat massa buruh dan "rakyat kebanyakan" terdorong maju dalam kancah perjuangan, sementara kaum revolusioner kekurangan staf-staf pemimpin dan organisator. Dalam situasi demikian, bukankah kita menghadapi bahaya bahwa, bila kaum revolusioner yang paling berenerji malah beralih ke terorisme, bahwa satuan-satuan penyerang, tempat satu-satunya kemungkinan untuk bersandar, diperlemah sebagai akibatnya? Bukankah kita menanggung risiko memutuskan jalinan kontak antara organisasi revolusioner dengan massa yang tersebar luas, yang sedang mengalami ketidakpuasan, sedang menuntut, sudah siap untuk berjuang, tapi lemah karena mereka kini tercerai berai? Padahal kontak tersebut satu-satunya jaminan bagi keberhasilan kita. Kita sama sekali tidak mengingkari pentingnya aksi heroik individual, tapi adalah wajib kita untuk memberikan peringatan keras agar jangan tergila-gila pada teror, menentangnya agar jangan sampai hal itu dijadikan alat perjuangan utama dan mendasar –– yang sekarang justru begitu banyak orang cenderung melakukannya. Teror tidak pernah menjadi operasi reguler militer; paling-paling dapat dipakai sebagai satu dari berbagai metode yang dipergunakan dalam suatu serangan yang menentukan. Akan tetapi dapatkah kita, sekarang ini, mengusulkan ajakan untuk mengadakan serangan yang menentukan seperti itu? Rabocheye Dyelo, nampaknya, berpendapat demikian. Paling tidak ia menyerukan: "Bentuklah barisan penyerang!" Tapi sekali lagi, seruan ini lebih mencerminkan emosi daripada akal sehat. Badan utama kekuatan militer kita terdiri dari para sukarelawan dan pemberontak. Kita hanya memiliki sedikit unit-unit kecil pasukan tempur reguler, yang bahkan belum termobilisasi; tidak terjalin erat satu dengan lainnya, dan juga belum terlatih untuk membentuk barisan tentara macam apapun, apalagi membentuk jajaran tempur. Mengingat semua ini, haruslah jelas bagi siapapun yang mampu memahami kondisi-kondisi umum perjuangan kita, dan yang mengingat kondisi-kondisi tersebut pada setiap "pembelokan" dalam perkembangan kejadian historis, bahwa semboyan kita sekarang ini belum bisa "maju dan menyerang, "akan tetapi harus "mengepung benteng musuh."Dengan kata lain: tugas utama partai kita bukan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk menyerang sekarang juga, akan tetapi mengajak membangun sebuah organisasi revolusioner yang mampu menyatukan seluruh kekuatan dan mengarahkan pergerakan dalam praktek yang sebenarnya, bukan hanya sekedar nama. Yaitu, sebuah organisasi yang siap setiap saat untuk mendukung setiap protes dan kebangkitan, serta menggunakannya untuk membangun dan mengkonsolidasikan kekuatan tempur yang dibutuhkan bagi perjuangan yang menentukan.

Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian-kejadian bulan Februari dan Maret [6] begitu mengesankan, sehingga agak kecil kemungkinannya sebuah ketidaksetujuan yang bersifat prinsip dengan kesimpulan tersebut. Namun apa yang kita butuhkan sekarang bukanlah suatu solusi masalah prinsipil, melainkan solusi yang praktikal. Kita harus jelas bukan hanya akan sifat dasar organisasi yang dibutuhkan serta tujuan tepat organisasi itu, tetapi harus mengelaborasi sebuah perencanaan pasti bagi sebuah organisasi, sehingga pembentukan organisasi itu dapat dikerjakan dari segala aspek. Mengingat masalah ini sangat mendesak, maka kami, pada bagian kami, akan mengajukan pada kamerad sekalian suatu rencana garis besar, yang akan dikembangkan secara rinci dan sangat teliti dalam sebuah pamflet yang sekarang sedang disiapkan pencetakannya.[7]





Followers