SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Mengenang Arnold Clemens Ap

Mungkin orang berpikir saya gila, tapi saya akan melakukan apa yang saya pikir bagi masyarakat saya sebelum saya meninggal."
( Arnold Clemens Ap)

Dibunuh oleh kopashanda (skrg kopasus) tepat 33 tahun lalu pada hari ini (26 April 1984-26April 2017).
Apakah Anda tahu hal apa yg Arnold Ap lakukan utk masyarakat Papua sehingga ia ditangkap dan dibunuh? Dia hanya BERNYANYI, itu yg dia lakukan karena dia seorang seniman dan budayawan. Lagu-lagunya sangat membumi dan membangkitkan nasionalisme Papua. Bersama dengan Sam Kapisa dan Demianus Kurni, mereka membentuk group musik MAMBESAK untuk mencounter budaya asing dan menghidupkan budaya orang Papua.

Sinar Harapan dikecam karena memuat berita penangkapannya, juga berita oikumene DGI (PGI) menulis ttg penahanannya, LBH Jakarta menyoroti penangkapannya yg tanpa alasan hukum.

Istri dan anak2 akhirnya mengungsi ke PNG sebelum kematiannya, skrg mereka tinggal di Belanda.
Dalam kenangan terhadap Arnold Clement Ap, orang Papua perlu menyadari jati diri sebagai sebuah bangsa yg memiliki ciri-ciri sebagaimana yg sudah Tuhan jadikan tanpa perlu merasa terasing oleh budaya lain yg semakin dominan di Tanah Papua.


Biografi Singkat

Arnold Ap (1 Juli 1945 - 26 April 1984) adalah pemimpin budaya Papua Barat, antropolog dan musisi. Arnold adalah pemimpin kelompok Mambesak, dan Kurator dari Museum Universitas Cenderawasih. Dia juga menyiarkan budaya Papua di acara radio mingguannya.

Yang terkenal dari kinerja studi budaya dan musik Papua yang dibangun Arnold Ap bersama group Mambesaknya dianggap oleh Pemerintah Indonesia sebagai sebuah tantangan terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam memaksakan Nasionalisme Indonesia di Papua barat. Karena dengan adanya musik mambesak dan studi budaya yang dilakukan Arnold C Ap terbukti menumbuhkan Nasionalisme Papua dan penemuan jatidiri/ identitas. Upaya yang dilakukan Arnold c Ap adalah untuk menyatukan rakyat Papua barat.

Pada November 1983 dia ditangkap oleh militer Indonesia pasukan khusus (Kophasanda) yang sekarang berganti nama menjadi Kopassus dan dipenjarakan dan disiksa untuk tersangka simpati dengan Gerakan Papua Merdeka, meski tidak ada tuduhan telah dibebankan. Pada bulan April 1984 ia dibunuh oleh tembakan ke punggungnya. Pernyataan ‘gombal’ resmi dari Pemerintah kanibal Indonesia menyatakan bahwa ia sedang berusaha melarikan diri. Tetapi ternyata Arnold Clemens Ap dieksekusi oleh Kopassus. Musisi lain, Eddie MoFu, juga tewas.

Musik adalah sumber potensial masih menjadi hambatan budaya di Papua Barat. Arnold Ap dan Mambesak masih populer di Papua Barat, dan karya-karya mereka dipandang sebagai simbol identitas Papua. Sejak 1990-an. Namun pemerintah Indonesia melarang untuk orang Papua mengungkapkan bentuk-bentuk budaya pribumi yang melambangkan jatidiri mereka. Menurut Danilyn Rutherford, Associate Professor of Anthropology, University of Chicago, akses yang terbatas memfasilitasi gambar expressivity budaya toleransi dan "kesatuan dalam keragaman," moto nasional resmi.

Maka tidak mengherankan apabila musisi lain yang lahir dari tanah Papua dikejar, disiksa, bahkan dibunuh dengan tuduhan gombal. Contohnya, Black brother dll.

0 Responses to “Mengenang Arnold Clemens Ap”:

Followers