SELAMAT DATANG DI BLOG INI

AKHIRNYA TERCAPAI

SELAMAT ATAS KEBERHASILANMU MENGGAPAI CITA-CITA






Foto Bareng Bersama Keluarga Yang datang mengikuti acara wisuda





Sebuah perjuangan yang akhirnya terwujud.


Kehidupan di tanah perantauan dalam mengejar cita-cita, banyak hal yang dihadapi. Susah dan senang yang dihadapi bukan masalah, walau jauh dari orang tua,dari kampung halaman dan sanak saudara; tetaplah mencari masa depan; hari hari yang dilalui terasa panjang walau pada akhirnyapun kebahagian itu akan datang. Bila kita bersungguh-sungguh dalam mengejar sesuatu maka kita pasti akan menikmati hasilnya dikemudian hari.
Hari yang bahagia, tak terasa bila segala perjuangan selama beberapa tahun dalam menggapai sebuah title atau gelar kesarjanaan diraih. Hari ini resmi diwisuda, dengan menambah sebuah title di awal nama.
Sebuah kebanggaan tersendiri telah menyelesaikan studi dengan hasil yang baik dan bukan cuma itu, seluruh keluarga, rekan-rekan kampus, sesama sodara dari Fakfak bangga bahwa hari ini saudara resmi menjadi seorang sarjana, yang siap untuk hadir ditengah-tengah masyarakat dan membangun masyarakat dengan disiplin ilmu yang yang telah saudara tempuh semasa kuliah.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi negeri Papua dan lebih khusus lagi kabupaten Fakfak, seorang anak negeri yang telah menyelesaikan studi S1nya dengan baik disebuah universitas di yogyakarta.
Semoga kehadiranmu ditengah masyarakat dapat membawa suatu perubahan yang baik.

Za Lihat Ko Disana


Saat-saat yang za harapkan untuk ko dapat hadir
dan menemani dan duduk disisi saya
namun sepertinya itu tra mungkin.

za tra tahu pasti apa yang membuat
za pu perjalanan ini seperti ini.

Lalui waktu hempaskan rasa sesal dihati
yang membuat za hampir terjerumus
ke dalam rasa percaya diri yang kurang.

za sadar memang itu hak yang ko miliki.
memilih za atau dirinya, semua kembali ke ko.
za paksakan diri ini agar tetap menyintaiko,

kotau semua yang ada dalam za hati, za jiwa dan za sanubari
za pertaruhkan hanya untuk ko.

Kalo memang cerita ini harus sperti ini
yah semua biarlah terjadi.

za bukanlah pengemis cinta,
za tersenyum melihat ko bahagia,
za sedih bila ko disana dalam kesedihan.

za ada disini dan dari sini pula za lihat ko disana,
bersama dia yang menjadi teman
dalam ko pu hidup.
Semoga ko bahagia bersama dirinya………..



Kemarin lain, Hari ini Lain

Mengamati berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini sungguh sangat disayangkan harus terjadi seperti itu. Seolah-olah segala sesuatu itu sudah ditakdirkan, padahal jika kita lihat lebih dalam, dan mengambil hikmah dari semua yang terjadi itu maka kita pasti dapat mengambil suatu kesimpulan yang pasti.
Mengapa kita harus mengikuti segala hal yang sebenarnya kita sendiri tidak pahami?kita begitu mudah terpengaruh oleh keadaan, issu yang digemborkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab?
Tentu masih segar dalam ingatan kita dimana beberapa waktu yang lalu, jauh sebelum pemilihan umum berlangsung, aksi demonstrasi mahasiswa Papua dengan ancaman pemboikotan pemilu di wilayah Papua, selain itu “Papua zona darurat” dan beberapa issu hingga komando “Pulang Tanah Air” dikeluarkan, yang mengakibatkan sebagian dari mahasiswa papua yang ada didaerah jawa untuk segera balik ke Tanah Air Papua; semua itu telah terjadi, kini separuh mahasiswa yang masih tetap berada di kota studi Yogyakarta coba terlibat kedalam aksi menuntut haknya dalam mengikuti pemilihan umum.
Menurut pemahaman saya disini, sudah jelas kita sebagai kaum pendatang dikota yogyakarta ini, tidak memiliki hak memilih dikarenakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah luar daerah Yogyakarta, selain itu kita juga sebagai mahasiswa yang separuhnya KTPnya sudah habis masa berlakunya sehingga tidak dapat dipergunakan; walau demikian mungkin saja ada kebijakan lain yang bisa di buat untuk peserta tambahan.
Melihat berbagai konflik yang saat ini terjadi didaerah, dalam hati timbul sebuah pertanyaan dimanakah ketegasan kita dalam sebuah sikap yang jelas? Mengapa kita tidak punya pilihan yang jelas?
Mengapa kita begitu ingin mengikuti pemilu sementara kemarin kita mengancam akan melakukan pemboikotan pemilu? Dimana rasa persatuan dan persaudaraan kita ketika melihat berbagai peristwa diskriminasi yang terjadi di tanah air tercinta Papua Barat? Saudaraku berpikirlah dengan baik dan mengambil keputusan yang tepat. Jangan sampi kemarin bilang begini, hari ini buat lain.

Mohon maaf bila ada hal yang tidak berkenaan dalam tulisan saya ini.

Followers