SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Realita kehidupan mahasiswa










Realita kehidupan mahasiswa di kota study



Hampir setiap malam mereka tidak pernah tidur dan menikmati bagaimana indahnya malam hari, mereka harus mencari informasi dari kost ke kost untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan juga kadang hanya untuk sharing bersama teman-teman, ada yang berdiskusi, dan juga ada pula yang bertanya jawab tentang materi yang mereka dapat di kampus dan mereka mencari informmasi tentang bagaimana caranya untuk hidup dikota study dengan baik dari cara orang berusaha, untuk mengembangkan kehidupan mereka kedepan yang lebih mapan sampai pada bagaiman menjadi orang-orang sukses. Jika didalam pertemuan mereka itu mereka mendapati ada hal yang tidak sesuai dengan pemikiran mereka atau ada faktor-faktor lain yang menyebabkan hal itu terjadi maka mereka akan berusaha sekeras mungkin untuk menemukan jalan keluar dari persoalan tersebut, walaupun kadang mereka menemui kendala dan rintangan namun mereka tabah untuk menjalani hal tersebut dan juga mereka selalu mau untuk bekerja sama dan berusaha mencari informasi tentang faktor-faktor penyebab hal tersebut terjadi. ketika mereka menemukan maka kadang hasil dari diskusi dan perbincangan-perbincangan tersebut kadang dibuat diskusi, seminar, dan juga kadang berupa aksi (Demonstrasi) yang mereka lakukan untuk mengungkapkan rasa ingin tahu mereka tentang apa yang terjadi selama itu. Walupun sudah sampai pada tingkatan demikian, namun masih ada lagi watak-watak segelintir orang yang ingin untuk memperkaya diri sendiri dan berlindung dibalik baju Negara dan menamakan dirinya sebagai Birokrat dan Wakil Rakyat, sehingga kadang kelihatannya sempurna walau pun mereka sedang mengelabui massa rakyat untuk mengambil apa yang telah menjadi hak-hak rakyat, nah ini yang harus kita perangi dan kita lawan bersama karena orang-orang yang demikian yang akan membuat rakyat menderita dan tak pernah akan menemukan haknya sebagai rakyat. padahal dalam Undang-Undang Dasar pun telah diatur, mana yang menjadi haknya rakyat dan mana yang menjadi haknya Pemerintah atau Negara. karena pada kehidupan orang-orang ini yang ada dalam pemikiran mereka adalah bagaimana mereka sebisa mungkin untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga apapun yang diteriakan massa rakyat melalui mahasiswa itu kadang dianggap sebagai angin lalu atau tidak terlalu penting untuk ditanggapi, maka mereka kemudian hanya kembali dan sibuk dengan kepentingan kepentingan mereka itu, padahal kalau kita lihat kembali apa fungsi dari birokrasi itu sendiiri maka yang sebenarnya adalah: pelaksana amanat rakyat dan juga pelaku-pelaku pemerintahan yang seharusnya melihat kepentingan massa rakyat wilayah itu.
Jika kita tinjau kembali persoalan yang terjadi maka, apakah telah benar yang dilakukan birokrasi kita untuk kepentingan rakyat atau tidak, dan jika kita lihat kembali lagi kepada persoalan sila kadua dan sila kelima yang berbunyi; kemanusiaan yang aqdil dan beradab, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ini yang kalau menurut hemat saya, Wakil-Wakil Rakyat yang dipilih atau diangkat oleh rakyat, untuk menyuarakan suara rakyat kepada pihak Eksekutif selaku pemimpin pemerintah setempat, guna menilik atau melihat kembali apa yang diderita rakyat atau apa yang diperlukan massa rakyat kecil. karena ketika hal-hal seperti ekonomi rakyat (kesejahteraan), harga sembilan bahan pokok dan lain-lain itu tak diturunkan, maka buat apa sih, dan apa fungsinya pancasila sila kedua dan juga sila kelima tersebut. lebih baik dihapus atau diganti saja dengan;
sila kedua "RAKYAT KECIL TAK PUNYA HAK UNTUK HIDUP"
sila kelima "KEADILAN SOSIAL HANYA UNTUK LEGISLATIF EKSEKUTIF DAN YUDIKATIF"
Agar bisa kita lihat kesetaraan realitas tang ada dan terjadi dengan apa yang tercantum dalam pancasila. mungkin disini teman teman pasti bertanya mengapa atau ada apa sehingga penulis bisa mengambil inisiatif demikian? ini karena pancasila sebagai dasar Negara dan ideology yang disahkan oleh ketiga lembaga tadi tersebut, namun apa yang terjadi selama ini kawan-kawan; malah mereka yang membuat itu sendiri yang melanggarnya kembali dan tidak mematuhinya. mungkin ini yang sama dengan sebuah pepatah yang mengatakan: " siapkanlah dirimu sendiri sebelum engkau memerintahkan orang lain untuk siap". jika diri anda belum siap maka janganlah memerintah orang lain karena hal ini hanya akan menuai protes dan komentar dari orang lsain. oleh sebab itu maka saya punya satu pemikiran bahwa; sudah saatnya rakyat harus bangkit dan bebas dari segala keterikatan yang ada. karena dalam pembukaan Undang-Undang Dasar, alinea dua (2) mengatakan, "kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa", iu berarti rakyatpun harus bebas, makmur, bebas ber[endapat dan juga bebasa untuk berorganisasi dan itu di lindungi oleh Negara. karena jika sebuah Negara ingin kuat,maka Negara tersebut harus makmurkan rakyatnya sendiri terlebih dahulu agar Negaranya bisa makmur, karena Negara adalah milik rakyat, tanpa rakyat Negara tersebut tidak akan pernah ada, dan jika rakyat lapar maka Negara lemah dan negarapun akan lemah.
apaun persoalannya namun yang namanya kebijakan pemerintah itu sudah seharusnya terlebih dahulu di kompromikan dengan rakyat, karena kadang persoalan tentang kebijakan ini biasanya merugikan rakyat kecil, dan selalu saja kepentingan-kepentingan pengusaha yang diprioritaskan dan selalu di untungkan. misalnya tentang perusahaan-perusahaan besar yang ada di Papua, salah satu contohnya adalah PT. FREEPORT Indonesia, walaupun beroperasi di Papua, masyarakat papua sendiri tidak pernah merasakan hal positi darimasuknya perusahaan tersebut. contohnya seperti pembangunan Sunber Daya Manusia, pembangunan (Fisik)karena didalam itupun ada kepentingan golongan atau kepentingan diri sendiri.
Hasil-hasil dari tambang tersebut dibawa dan dijual ke luar negeri dengan harga yang sangat mahal, namun apa yang didapat oleh masyarakat pribumi, paling hanaya 1% dari harga penjualan, namun itu pun dibagikan dari pusat sampai kepada daerah, apakah ini yang dinamakan jujur oleh Negara ini

0 Responses to “Realita kehidupan mahasiswa”:

Followers