SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Aksi Demo Mahasiswa UP45

Yogyakarta, 26/5, Mahasiswa Papua yang berstudy di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta bergabung dengan rekan-rekan mahasiswa dari berbagai wilayah lainnya dan berbagai fakultas yang ada melakukan aksi penyegelan dan menduduki kampus. Aksi ini dilakukan dan diikuti oleh semua mahasiswa, alumni universitas Proklamasi 45 (Civitas). Aksi ini dipicu oleh adanya pemberhentian beberapa dosen dan juga dekan tanpa melalui prosedur yang jelas. Serta adanya diskriminasi mahasiswa.
Dari hasil pantauan dilapangan, aksi ini mulai dilaksanakan pada dinihari sekitar pukul 04.30 dan baru berakhir setelah ditemui oleh rektorat.

Dan sesuai tuntutan demonstran dimana rektor dan antek-anteknya harus turun dar jabatan tersebut, jangka waktu yang diberikan 3 hari. Hingga saat ini semua aktivitas kampus lumpuh total

Masih Adakah

Waktu terus berlalu dengan begitu cepat dan tiada terasa. Siang berganti oleh malam dan kembali lagi. Semua sesuai dengan putarannya. Terkadang yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, namun tak perlu resah dan jangan pantang menyerah karena sudah pasti pintu akan terbuka lebar bagi orang-orang yang terus belajar dan belajar untuk mencoba segala sesuatunya.
Dilingkungan sekitar kita, orang-orang yang ada disekitar acuh tak acuh terhadap apa yang akan kita lakukan, siapa aku dan siapa kamu.Namun semua itu bukanlah sesuatu yang menjadi batu sandungan. Tetap berpijak dan maju terus tanpa menoleh kebelakang, hanya sesekali beristirahat sejenak.
Garis hidup setiap orang sudah ditentukan oleh sang pencipta, namun apakah semua itu sudah ditakdirkan seperti itu?

Berjuang Sampai Menang (Freedom for west papua)

Mengapa saya tidak dilahirkan di Amerika atau di Eropa dengan kulit putih? Atau di Jepang dengan mata sipit dan kulit kuning? Atau sebagai orang Melayu? Mengapa saya dilahirkan sebagai orang Papua berkulit hitam, rambut keriting di atas Tanah Papua yang kaya-raya itu. Apakah Tuhan keliru menempatkan saya di sana? Saya tidak bisa membayangkan tentang misteri kehidupan ini, selalu membayangi diri ini sebagai seorang anak manusia Papua yang sedang mencari eksistensi di dunia ini, ketika bangsa kolonialis-Imperialis dan antek-anteknya terus melakukan eksploitasi di bumi yang sangat saya cintai.

Pemukulan, pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan dan kekerasan lainnya terhadap ibu, bapa, adik, kakak, om, tante terus dilakukan. Mereka menginginkan kita tetap hidup dalam ketakutan dan tetap tinggal dalam kebodohan agar tidak menyadari akan adanya ketidak adilan social, ekonomi, politik dan HAM yang dilakukannya.

Sampai kapan akan terus terjadi?? Disatu titik penantian, saya mengharapkan Tanah Papua yang aman bebas dari jiwa-jiwa kolonialisme-Imperialisme itu. Haruskah saya duduk menangis dan meratapi sampai orang berkulit hitam dan berambut keriting di Tanah Papua lenyap ditelan bumi, sebagaimana yang sedang terjadi saat ini. Apa yang harus saya lakukan??? Lawan…lawan…dan lawan! Karena kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.(Red)

Ketika penjajahan itu masih ada dan terus terjadi di tanah air, hanya ada satu kata yaitu LAWAN!. Saat ini musuh terbesar bangsa Papua adalah orang Papua yang selalu berpikir tentang sukunya sendiri. Untuk itu kami ingin menyapa anda dengan salam pembebasan “Persatuan Tanpa Batas, Berjuang Sampai Menang”

Tanah air tercinta PAPUA


Su terlalu banyak hal yang bikin tong murka, marah, dan lain sebagainya. penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, pemerasan, dan lain2 yang dong buat untuk tong dan tong pu bangsa ni.

Tapi satu yang harus tong pegang adalah, Bahwa Tuhan itu tidak Buta. Dia pasti melihat semua kesengsaraan ini.
jadi tong trausah mengutuk, memaki atau menyumpahinya, biar Tuhan yang urus dorang.
dong bilang tong tra beradab, talanjang, hitam, badaki, Tapi itulah tong punya keistimewaan. Tong akan tunjukan sama dong bahwa tong adalah manusia2 yang sangat beradab.

Sodara2 yang dianiaya, disiksa, bahkan mati itu adalah tong punya pahlawan, tong punya pejuang yang harus tong hormati dan banggakan.
satu yang harus z ajak untuk teman2 dong tanamkan adalah, "Kematian Mereka Tidak akan Sia-sia".
Z percaya bahwa suatu saat nanti, Papua Akan menunjukan kebesarannya pada Indonesia dan Dunia.

Jadi z mengajak sodara2 semua, teman yang kuliah belajar dengan baik, terus berharap, dan jangan pernah berhenti berjuang untuk tong punya tanah air tercinta PAPUA.
Satu himbauan terakhir adalah, "Jika kita mau Hal2 yang kita inginkan itu tercapai, pertama adalah bersihkan pemerintahan kita dari korupsi. ingat, kita tidak akan pernah free jika masih ada satu dua orang yang tega merampok rumahnya sendiri".
Su banyak kasus tong pu bapa2 petinggi dong khianati kitong gara uang, ini parah skali. Semoga kanyataan hari ini membawah semangat untuk kita semua freedom for west Papua.

Andai SAJA aku tak bisa membaca?


Harapanku hadir kembali . semuanya terasa begitu indah , menyenangkan dan sangat membahagiakan. rasanya saat itu aku TAK henti-hentinya tersenyum .

Disaat kehadiran dirimu . KAU membuat ku yakin , KAU menumbuhkan lagi harapan itu . yaa ~ di saat aku ingin berhenti berharap , KAU selalu tersenyum bersamaku di saat harapan itu tak lagi menyapa ku .. --'

Kini kau tak lagi bersamaku; dan entah mengapa KENANGAN indah bersamamu selalu menhatuiku .KENANGAN yang sesungguhnya ingin ku hilangkan . JUJUR aku tak sanggup melawan nya . rasa itu megalir mengikuti keras realita hidupku yang ku sarakan di tanah rantau . Andai kau tau betapa bahagia nya aku saat masih bersamamu . andai kau bisa melihat ekspresi ku saat kau datang menemuiku"KETIKA ITU . pasti kisah ini akan selalu terjaga .. =)

Namun Waktu berputar begitu cepat dan semuanya BERLALU dalam sekejap . kebahagiaan itu hancur begitu saja . hanya karena sebaris kalimat yang ku baca . andai SAJA aku tak bisa melihat , andai SAJA aku tak bisa membaca, mungkin KEBAHAGIAAN Itu akan ku jaga? . tapi biar lah ~ kenanganmu salalu ku simpan dan ABADI dalam hatiku.By,26

SEKILAS CERPEN “TOMEN”NOKEN


Sekilas noken (tomen) yang terbuat dari daung kitar “herekpor ten” yang tumbuh bebas di alam Fak fak. Ada proses pembutang noken atau dalam bahasa Fak fak “tomen” Model tomenpun berfariasi tingkat kesullitang dalam pembuatangnya.ada noken”tomen” yang mudah di anyam atau sulang tinggal kita perhatikan mereka yang lagi membuatnya. Ada noken’tomen yang memiliki tingkat kesulitangnya dan butuh ketrapilang tersendiri.
Untuk noken yang terbuat dari daun tikar” herekpor ten” ada tiga jenis penyebutan dalam bahasa daerah fakfak tergantun model yang di buat”klau noken yang besar”ntunbuum” noken kecil”tomen” yang lebih kecil biasanya di sebut” mahi timi’ Dari tiga jenih noken di atas terbagi waktu kita mengunakannya mengisi keperluan kita.Untuk mendapatkan daun tikar” sangat mudah sebab di wilayah fakfak daun tikar”herekpor ten” tumbuh bebas di wilayah fakfak.Proses awal untuk menjadi sebuah noken terlebih dahulu kita memotong daun tikarnya “ tapi kita harus berhati hati dalam mengambilnya karna ada terdapat duri duri kecil yang ada di sekitar daun tikar. Setelah kita memotong daunnya kita juga harus membersihkan duri duri kecil itu.ketika semuanya sudah di bersihkan satu demi satu daun itu di kumpul menjadi satu untuk di bawah pulang.
Seesampainya kita di rumah daun daun tikar itu harus di kecil kecilkan sebelum kita menbuat noken dan untuk satu daun bisa di dapat 6-7 bagian, setelah itu kita harus menjemurnya dan proses menjemur biasanya mereka mengukan terik matahari atau menaruhnya di atas tungku yang telah di buat para para agar daun daun tikar itu bisa terkenal asap api” proses mengeringkannya bisa sampai empat hari.Ketika daun tikar “herekpor ten” terlihat mongering,maka kita harus membagi bagikannya lebih kecil lagi agar mudah untuk menganyamnya hingga berbentuk noken”tomen”.
Tapi sayangnya generasi muda saat ini, tak lagi mahir dalam membuat noken peninggalan leluhur.Mungkin karna pengaruh budaya luar libraliasasi ataukah karna ketidak mauan mereka untuk meneruskan budaya pembuatang noken”tomen” Walau masih ada genersi muda yang tau dalam membuat tomen tapi itupun mereka yang besar dan tinggal di kampung kampung sementara generasi muda yang tinggal di dalam kota fak fak sudah tak tau lagi untuk membuat noken tersebut.Pada hal ada manfaat saat kita membuat tomen itu,salah satunya menhilangkan stress kita ataupun mempererat kedekatan di lingkunggan di mana kita tinggal.
Pengalaman saya sewaktu kecil di kampung Pikpik itu terlihat jelas ada seorang mama yang lagi membuat tomen seorang diri.Tapi ia membuatnya dengan bernyanyi lagu lagu yang di ingatnya.ada lagi yang saya jumpai” jika mereka mau membuat noken”tomen” biasanya duduk berkumpul bersama mama mama yang ada di sekitar rumahnya bercerita sambil membuat tomen.
Faktor lain yang membuat noken itu di lupakan oleh generasi muda saat ini,adalah birokrasi terkaik yang tak mampu melihat potensi yang terdapat pada tomen atau noken ini,Pada hal ada keutunggan yang bisa di dapat jika mereka menkaji potensi noken yang terbuat dari daun tikar ini. Sebab separuh daerah yang ada di papua mereka menjadikan noken sebagai usaha sampingan bagi masyarakat setempat.
Andai saja pemerintah kabupaten fakfak ataupu mereka yang kembali dengan gelar mulia bag orang tuanya itu,Bisa mengali potensi tomen yang terbuat dari daun tikar ini. Sebuat saja mereka yang mengambil jurusan yang berkaitang dengan membuka peluan usaha dan mendapatkan keutunggannya(bisnis) Tapi yang terjadi saat mereka kembali dengan gelar mulia hanya berharap pada memikiran sarjana papua masa kini PNS padahal dalam diri mereka ada sebuah kelebihan untuk di langjutkan” Mungkin dengan membuat profosal usaha yang akan di masukan di dinas terkait agar mendapatkan modal usaha ataupun koperasi simpan pinjam yang ada di fakfak untuk mendapatkan modal awal.
AKhir kata dari cerpen ini
Sampai kapan kita tergangtun pada pemikiran sarja papua masa kini”PNS”
Sampai kapan kita tergangtung dan tak mampu merebut peluang usaha untuk bersaing?

Followers