SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Keterpaksaan

tiada arti bila bersama
sudah semua biarlah berlalu
bukan karena aku membencimu
bukan karena aku tak cinta
mungkin ini jalan terbaik

asa menghilang seirama
hembusan dan helaaan
tarikan tiada arti yang terdengar
yang tak kuingin namun terjadi
kau tak lagi bersamaku

nyanyian pilu terdengar menyayat
mengiris pilu jauh ke kalbu
menjadi teman malam menanti waktu
tiada arti bila terus menjalani
dalam keterpaksaan

phaul heger|17 May 2010 03.08 wib

Tewasnya Mahasiswi Papua di Rel Banguntapan Penuh Kejanggalan

BANTUL (KRjogja.com) - Tim Reserse Kriminal Polres Bantul terus melakukan penyelidikan dugaan pembunuhan terhadap Elisabeth Isir (24) asal Papua yang ditemukan tewas di tepi rel kereta api di Dusun Sorowajan, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Sabtu (1/5). Semula, korban diduga tewas akibat tertabrak kereta api, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan pada jenazah korban.

"Luka yang menampakkan kejanggalan tersebut di antaranya pada pelipis kiri terlihat memar yang diduga akibat benturan benda tumpul, kepala bagian belakang sobek sedalam tiga sentimeter dan panjang 5 cm, luka pada lengan kanan dan terdapat bekas seperti cekikan tangan di leher," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Danang Kuntadi.

Ia menduga ada kemungkinan pelaku ingin mengaburkan kasus pembunuhan tersebut dengan meletakkan jenazah korban di tepi rel KA sehingga seolah korban tewas akibat tertabrak kereta api. Korban yang indekos di Gowok, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, pertama kali ditemukan tewas oleh saksi Budin (54) warga setempat sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut saksi, saat dirinya akan berangkat kerja melihat sesosok tubuh wanita yang tergeletak dalam kondisi tak bergerak di dekat rel kereta api. "Setelah saya dekati ternyata korban sudah meninggal. Saya berteriak minta tolong kepada tetangga," katanya.

Rut Isir (20) adik korban mengatakan bahwa kakaknya meninggalkan kos sejak Kamis (29/4) malam setelah menerima telepon dari seseorang, dan korban tidak berpamitan akan pergi ke mana. "Kakak pergi dari kos sejak Kamis malam tanpa pamitan kepada saya maupun temannya," katanya. (Ant/Van)

Followers