SELAMAT DATANG DI BLOG INI

SUSUNAN PANITIA NATAL 2010

SUSUNAN PANITIA NATAL GABUNGAN MAHASISWA FAKFAK-PAPUA SE JAWA-BALI


KETUA : HALIMATUS S. FIDMATAN

SEKRETARIS : ALEXANDER GOUDEN

BENDAHARA : AMBROSIUS REMETWA


KOORDINATOR JOGJAKARTA : HANS RUDI HEGEMUR

KOORDINATOR SURABAYA : MODESTA KOMBER

KOORDNIATOR JAKARTA : NOVENTUS KRISPUL

KOORDINATOR BANDUNG : ABDUL RAHMAN TEMONGMERE


SEKSI-SEKSI


SEKSI KONSUMSI

  1. AMOS KANINGGAI (KOORD)

  2. MARGARETHA TIGTIGWIRIA

  3. JUAN HINDOM

  4. ROY RAFAEL BAHAMBA

  5. SARI YULIANA RAHIM

  6. EGENIA MAREDRED

SEKSI USAHA DANA

  1. ANNA MARIA D. GENUNI (KOORD)

  2. NOFLIN TOFIR

  3. ADONIA MENDOPMA

  4. HIRYET HEGEMUR

  5. ARON HEGEMUR

  6. YUSTIN HOBROW

  7. MATIAS TEMONGMERE

SEKSI PUBDEKDOK

  1. ARNOLD RONSUMBRE (KOORD)

  2. TOMI REMETWA

  3. YULES D. HEGEMUR

  4. JAMAL TOFIR

  5. FERDINAN HEGEMUR

  6. YOSEP WAGAMONA

  7. HANRIO MAHAKENA

SEKSI HUMAS

  1. RONAL MENDOPMA (KOORD)

  2. BRAM SANDY KRISPIL

  3. EDIGIUS TIGTIGWIRIA

  4. MARSELOS KRISPUL

  5. NUWEFA A. PIAHAR

SEKSI ACARA

  1. MUSA HEGEMUR (KOORD)

  2. BERTHO HEREMBA

  3. RONI PATIRAN

SEKSI TRASNPORTASI

  1. DAUD HEGEMUR (KOORD)

  2. BOAS HIRIETRENGGI

  3. NOVENTUS KRISPUL

  4. STEVANUS BOSAWER

  5. SONI WAGAB

  6. COSMAS HEREMBA

  7. RICARDO TANGGAHMA

SEKSI KEAMANAN

  1. NIKSON KUARAS (KOORD)

  2. HIRONIMUS NDROUT NDROUT

  3. RICKY HEGEMUR

  4. MOHAMAD PUARADA

  5. JUDA TEMONGMERE

  6. HABAKUK HEGEMUR

  7. FIQI IRNAWATI


SEKSI PERLENGKAPAN

  1. MOHAMAD RISMAN NURJATY (KOORD)

  2. ABNER SANGKEK

  3. ALBERT NIMBITKENDIK

  4. HERMANUS TANGGAHMA

  5. KAREL PATIRAN

  6. MUSA BINWASEF

  7. ONGEN MATULESSY

  8. YEHUDA WAGAB

  9. YORIS HINDOM

  10. JIMMY KONDOTASIK

SEKSI KEROHANIAN

  1. MARGARETHA HIRIETRENGGI (KOORD)

  2. RIKA MASSO

  3. ANNA MARIA KOMBER

  4. RUDI PATIRAN

  5. PALLO TEMONGMERE

  6. EKMAN HORIK

  7. LUDIBINA KOMBER


PANITIA NATAL GABUNGAN 2010




Bencana Wasior

Semua tiada disangka bila hal yang terjadi kemarin itu memakan korban yang begitu besar untuk sebuah peristiwa banjir yang jarang terjadi.
Tanah air papua kembali dirundung duka yang mendalam, negeri yang kelihatan aman dan tenang itu kini penuh linangan air mata, mungkinkah Tuhan membiarkan kita berjalan tanpa memperdulikan kita?
Jika kita simak kembali, kita telusuri lebih jauh maka ada banyak hal yang mengakibatkan banjir bandang tersebut terjadi. Kelalaian manusialah pemicu utama.
Akibat dibuka menjadi kota kabupaten, daerah pemekaran baru, sehingga mengejar pembangunan, dengan mengejar pembangunan tersebut maka penebangan hutan, hasil hutan yang tersedia, pohon-pohon yang besar mulai tumbang disana-sini, diperparah lagi dengan tidak adanya reboisasi atau penanaman kembali. hal inilah yang membuat dengan mudah air hujan yang tertampung kemudian menjadi suatu bentuk air bah yang menghancurkan apa saja yang ada di depan jalur lintasannya.

Selain hal tersebut diatas, mungkinkah ini sebuah pembersihan negeri ini? akibat kelaliman yang merajalela, pesta pora yang terjadi, penindasan rakyat kecil kaum akar rumput yang tak tahu apa-apa soal politik dan lain sebagainya. Para penguasa yang tiada memperhitungkan kerugian hanyalah keuntugan dan harta yang besar yang dapat dikumpulkan.

Belum hilang dari ingatan baru saja terjadi peristiwa bencana gempa yang melanda wilayah Serui dan sekitarnya, kini ditambah dengan bencana banjir bandang di wasior.
Oh Tuhan hanya engakau tempat kami berlari dan memohon beri kami ketabahan, melalui peristiwa ini, kami lebih memaknai kehidupan ini dengan baik.

Justin Bieber - Baby Feat Lud [by Nay]

Justin Bieber - Baby Feat Lud [by Nay]

Secarik Motivasi

PEMIMPIN YANG TUMBUH BERSAMA-SAMA KITA

Jelas sekali bahwa bukan tugas bagi seorang pemimpin untuk membangun sebuah
kerajaan bagi dirinya sendiri. Tugas pemimpin yang paling utama adalah
membuat sebuah perbedaan; perbedaan yang benar-benar dibutuhkan bagi
lingkungan dimana ia tumbuh dan berkembang. Dan yang dimaksud dengan
perbedaan bukanlah maju dari satu langkah menuju satu depa; melainkan
melompat melintasi keterbatasan-keterbatasan, menyibak kekhawatiran akan
kegagalan, serta menjelajahi imajinasi dan visi.

Karena itulah, yang kita dambakan bukanlah pemimpin yang tiba-tiba datang
dari tempat yang jauh di sana. Namun, pemimpin yang lahir dari tanah dimana
kita sama-sama belajar mengenai kehidupan; pemimpin yang tumbuh dari air
dimana kita sama-sama meneguk pengalaman; pemimpin yang merekah dari udara
dimana kita sama-sama menghirup suka duka. Perubahan terbaik hadir dari
pemimpin yang menyemaikan jiwanya pada ladang tempat ia dan pengikutnya
sama-sama mencangkul

Keterpaksaan

tiada arti bila bersama
sudah semua biarlah berlalu
bukan karena aku membencimu
bukan karena aku tak cinta
mungkin ini jalan terbaik

asa menghilang seirama
hembusan dan helaaan
tarikan tiada arti yang terdengar
yang tak kuingin namun terjadi
kau tak lagi bersamaku

nyanyian pilu terdengar menyayat
mengiris pilu jauh ke kalbu
menjadi teman malam menanti waktu
tiada arti bila terus menjalani
dalam keterpaksaan

phaul heger|17 May 2010 03.08 wib

Tewasnya Mahasiswi Papua di Rel Banguntapan Penuh Kejanggalan

BANTUL (KRjogja.com) - Tim Reserse Kriminal Polres Bantul terus melakukan penyelidikan dugaan pembunuhan terhadap Elisabeth Isir (24) asal Papua yang ditemukan tewas di tepi rel kereta api di Dusun Sorowajan, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Sabtu (1/5). Semula, korban diduga tewas akibat tertabrak kereta api, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan pada jenazah korban.

"Luka yang menampakkan kejanggalan tersebut di antaranya pada pelipis kiri terlihat memar yang diduga akibat benturan benda tumpul, kepala bagian belakang sobek sedalam tiga sentimeter dan panjang 5 cm, luka pada lengan kanan dan terdapat bekas seperti cekikan tangan di leher," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Danang Kuntadi.

Ia menduga ada kemungkinan pelaku ingin mengaburkan kasus pembunuhan tersebut dengan meletakkan jenazah korban di tepi rel KA sehingga seolah korban tewas akibat tertabrak kereta api. Korban yang indekos di Gowok, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, pertama kali ditemukan tewas oleh saksi Budin (54) warga setempat sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut saksi, saat dirinya akan berangkat kerja melihat sesosok tubuh wanita yang tergeletak dalam kondisi tak bergerak di dekat rel kereta api. "Setelah saya dekati ternyata korban sudah meninggal. Saya berteriak minta tolong kepada tetangga," katanya.

Rut Isir (20) adik korban mengatakan bahwa kakaknya meninggalkan kos sejak Kamis (29/4) malam setelah menerima telepon dari seseorang, dan korban tidak berpamitan akan pergi ke mana. "Kakak pergi dari kos sejak Kamis malam tanpa pamitan kepada saya maupun temannya," katanya. (Ant/Van)

PENINGKATAN KUALITAS SDM MASYARAKAT MAYBRAT

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM adalah melalui pendekatan “ prosiasif” yaitu mencari sarana untuk peningkatan wawasan berpikir, kritis dan meningkatkan motivasi untuk membangun wilayahnya. Penerapan materi megelola ekonomi dalam lingkup kelompok kemasyarakatan agar tujuan pembangunan, diharapkan bisa menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dari kemampuan-kemampuan yang dimiliki.

Dasar pembangunan yang mengarah kepada SDM dan dari masyarakat,merupakan komponen pokok pemberdayaan masyarakat. Konsepnya memposisikan pelatihan sebagai pusat pengembangan potensi masyarakat maybrat dalam rangka meningkatkan kualitas, tidak saja sebatas memahami persoalan-persoalan yang ada, tetapi mereka mampu mengetahui penyebab-penyebabnya dan cara penyelesaiannya. Di samping itu, kemampuan bekerja sama, konsisten dalam menegakkan aturan-aturan serta memiliki pandangan jauh ke depan untuk kepentingan bersama dan sasaran utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pelaksanaan kualitas SDM, adalah: pertama, mengindentifikasi kebutuhan pelatihan,diperlukan adanya tim yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, Perguruan Tinggi dan penggerak lainnya yang peduli terhadap pembangunan masyarakat maybrat. Melalui suatu progam sebagai kebutuhan yang sangat mendesak, agar ditetapkan sebagai kebutuhan pelatih, selanjutnya dijadikan acuan untuk kepetinggan orang maybrat.

Jika dihubungkan dengan keadaan yang ada sekarang, maka kebutuhan yang sangat mendesak, seperti pendidikan politik (bukan politik praktis) sehingga masyarakat tidak hanya sebagai objek penderita tetapi diapun mampu bersuara dan menyampaikan aspirasinya serta turut serta dalam proses pembangunan.

Tugas pemeringtah sorong selatan dan tanggung jawabnya, mereka juga berhak untuk mengeritik dan menyatakan salah yang memamg salah dan benar jika memang benar. Inilah tuntutan era demokratisasi ini. Pembangunan ekonomi dan kemasyarakatan, juga merupakan hal yang mendesak untuk disampaikan kepada mereka. Dengan demikian dapat dipertegas bahwa dalam era sekarang ini, kunci penting yang harus dibekali kepada masyarakat maybrat adalah penerapan kualitas dalam berpikir luas dalam semua hal. Karna manusia mampu melaksanakan fungsinya dengan sempurna, baik untuk berjalan tersenyum dan duduk diam sepangjan hari, makan, apa lagi bekerja. Untuk memperbaiki sekeadaan tersebut, maka perlu adanya program kualitas Masyarakat maybrat sebagai sub sistem pembangunan

Waktu Yang Terbuang

Sebuah Kritikan Untuk renungan kita bersama (nemehmany).

Sebagai kaum intelektualitas muda yang terpelajar, sudah seharusnya kita membagi waktu dengan baik dan benar. Ada waktu yang tepat untuk untuk melakukan aktivitas ini dan itu. Bukan itu saja, jikalau memang kita merasa jenuh dan ingin melakukan sesuatu yang mengisi waktu luang, okelah, itu tidak menjadi masalah. Namun hal perlu kita perhatikan adalah apa kita harus mengisi waktu luang tersebut dengan bermain permainan seperti kartu dan lain sebagainya.
Kita disibukan oleh aktivitas pembelajaran dikampus, kita terus mengasah kemapuan kita dalam segala hal. Ada hal yang kita pelajari dari kampus dan ada pula hal yang bisa kita pelajari dari fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita.
Banyak terjadi kita menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan bermain kartu, yang lebih ironis lagi hampir kita lebih bersemangat untuk bermain hal tersebut. Bukan satu atau dua jam saja yang kita habiskan bermain kartu, kadang semalaman. Apakah itu tidak mengganggu proses kerja otak kita?
Sangat-sangat disayangkan, lajunya perkembangan dunia, dari segala segi. Dari teknologi dan lain-lain sebagainya. Saat orang lain berada dibulan kita masih tetap berada dibumi untuk menatap mereka yang dibulan. Kita seakan menginginkan ketertinggalan. Sudahnya kita harus mengejar ketertinggalan kita, yang berarti ditiap waktu kita mengisi dengan berbagai hal yang membuat pengetahuan kita bertambah.
Lebih baik lagi bila kita saling mengingatkan, saling berbagi ilmu dan pengalaman, mengembangkan potensi diri yang ada, memotivasi sesama kita, tepatnya saat kita kumpul-kumpul atau ngopi bareng.
Bersyukur bagi yang saat ini masa kuliahnya aman-aman saja tanpa kendala berarti, namun cobalah berpikir; apakah sama dengan saudara-saudara yang ada. Mungkin saja kita bersama dalam tertawa, bersenang-senang, humor dan lain sebagainya namun diantara kita pasti ada yang punya masalah namun karena terpaksa ikutan bergabung karena keadaan lingkungan yang ada. Setiap dari kita punya aneka macam persoalan, ada yang sederhana saja dan adapula yang lebih parah membuat sikap berubah.
Otak kita bukan komputer atau perangkat data seperti hardisk sehingga bisa menyimpan ribuan file, kita ini manusia yang punya kelupaan begitu besar. Jika tidak kita isi dan pelajari hal itu berulang-ulang maka dalam waktu yang singkat saja kita bisa melupakannya.
Akhir kata dari saya, bukan karena iri atau karena tidak senang namun saya lebih senang jika kita berkumpul bersama dan membicarakan hal-hal yang terjadi disekitar kita, hal-hal yang menimpa kita, apa yang kita dapatkan dikampus kita, di tiap ruang gerak kita selagi hal itu ada nilai positif. Saling berbagi dalam kebersamaan, bukan dalam permainan. Kita menghabiskan waktu dengan banyak hal lagi yang kita dapatkan, kita tidak tertinggal lagi namun semakin merasa suatu tambahan ilmu karena kebersamaan yang tercipta menghasilkan cerita kehidupan yang punya segudang makna. Bila ada hal yang tidak berkenan dihati mohon maaf yang sebesar-besarnya.


By. Phaul Heger Alias Angin Selatan...........
10 April 2010 Dupiad Ma Wiri

Pemberdayaan Masyarakat papua


Pemberdayaan masyarakat adalah peningkatan kemampuan untuk kemandirian dalam meningkatkan taraf hidupnya. Pemberdayaan sendiri merupakan suatu proses yang berjalan terus menerus.

Pemberdayaan masyarakat antara lain dilakukan melalui partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembanggunan dalam daerahnya,agar memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lainnya. Keberhasilan pembanggunan di satu pihak membutuhkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi.Di lain pihak, proses pembangunan daerah dapat memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam menempatkan kekuatan dalam sumber daya daerah menjadi lebih dekat, dan jelas, sehingga mudah diatur oleh pemerintah daerah. Dalam lingkungan desa atau kampun dimana budaya partisipasi masyarakat sangat tinggi, otonomi daerah dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kesempatan yang bersifat rutin dan teratur bagi interaksi masyarakat papua.

Semakin melembaganya partisipasi masyarakat daerah dalam pembangunan, secara mandiri. Meskipun demikian, konsep mandiri bukanlah suatu konsep yang sempit dan statis, sekedar menempatkan kemampuan masyarakat daerah untuk membiayai pembangunan. Dalam konteks pembangunan daerah secara luas atau kesenambungan atau mandiri. Konsep mandiri berarti perimbangan kekuatan antara masyarakat daerah dan negara dalam menentukan arah tujuan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat papua.

Dalam memberdayakan masyarakat papua, selain dilakukan reorientasi peran pemerintah pusat, juga secara sistematis dan konsisten melakukan penyadaran terhadap masyarakat daerah melalui isu-isu lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan mereka. Upaya yang dilakukan lebih bersifat menyeluruh sehingga mampu menyetuh kemampuan masyarakat lokal. Strategi lain adalah melakukan tekanan secara politik terhadap institusi-institusi lokal seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif kehususnya yang menyangkut fungsional kinerja daerah. Tekanan ini dimaksudkan untuk mendorong perbaikan-perbaikan pada kinerja institusi-institusi formal tersebut agar mampu merespons, merencanakan serta melaksanakan aspirasi-aspirasi yang berkembanga di kalangan masyarakat papua.

Pembentukan Panitia Reorganisasi VII

Akhirnya susunan kepanitian re-organisasi PKMFP dibentuk. Walaupun waktu dan kondisi yang sedikit mengganggu keadaan yaitu turunnya hujan dan keterlambatan dimulainya rapat pembentukan tersebut.
Sudah menjadi suatu kebiasaan dan entah itu merupakan suatu bentuk kemalasan atau apapun itu yang pasti tidak berjalan sesuai dengan waktu yang tertera di surat undangan. Hampir 2 jam lamanya dari waktu utama yang ditentukan.
Berkat kesabaran anggota Paguyuban yang dapat hadir walaupun ditengah padatnya aktivitas masing-masing, baik perkuliahan ataupun aktivitas pribadi lain namun dapat meluangkan waktu untuk datang berkumpul guna membentuk suatu panitia yang nantinya akan menyusun dan mengatur soal penyelenggaraan re-organisasi.
Dengan semangat yang menyala, antusiasnya anggota untuk mempercepat pemilihan ketua panitia dan perangkat kepanitiaannya atau seksi-seksinya, sempat terjadi debat argument yang begitu nyata. Namun semua itu berubah, dan merupakan suatu hal yang baik untuk mendapat suatu kepemimpinan dalam kepanitiaan dan juga proses pembelajaraan yang baik untuk kedepannya
Awal pembukaan rapat dimulai oleh sekretaris PKMFP, yaitu saudara Phaul Hegemur yang kemudian berlanjut ke usulan diri pribadi masing-masing, siapa yang akan mengajukan diri sebagai ketua panitia re-organisasi untuk periode ini. Dari beberapa kali lemparan ide usulan tersebut ada sekitar empat orang yang mengajukan diri sebagai ketua panitia diantaranya, Abner Sangkek, Rezman Thito, Ima Fidmatan dan Musa Hegemur; dari hasil pilihan anggota yang hadir disepakati saudara Abner Sangkek dengan jumlah suara pendukung 22 suara dan yang lain dibawah jumlah suara saudara Abner Sangkek.
Pembahsan kepanitian berlanjut dengan pemilihan keanggotaan panitia dan dipilihlah susunan kepantiaan sebagai berikut:

1. Ketua : Abner Sangkek
2. Sekretaris : Yoackhim Tanggahma
3. Bendahara : Juda Temongmere

Seksi-Seksi
1. Seksi Acara
- Koord. Ima Fidmatan
- Anggota Bram Krispul
- Anggota Yusri Kilian
- Anggota Marco Sikteubun
- Anggota Hima Uswanas

2. Seksi Usaha Dana
- Koord. Matias Temongmere
- Anggota Abdon Wagab
- Anggota Daud Hegemur
- Anggota Rudi Patiran
- Anggota Charlie Binwasef

3. Seksi Konsumsi
- Koord. Fiqi Irnawati
- Anggota Roy Rafael Bahamba
- Anggota Yoris Hindom
- Anggota Anna M.D. Genuni
- Anggota Vero

4. Seksi Perlengkapan
- Koord. Frano Tangahma
- Anggota Roni Patiran
- Anggota Musa Hegemur
- Anggota Atho Nimbitkendik
- Anggota Indra

5. Seksi PUBDEKDOK
- Koord. Alexander Gouden
- Anggota Hansrudin Hegemur
- Anggota Agus Anggeluly
- Anggota Amos Kaninggai

6. Seksi Keamanan
- Koord. Marselus Krispul
- Anggota Endy Tigtigwiria
- Anggota Yehuda Wagab


(By Phaul Heger)

Menjaga Kebersamaan

Tanpa disadari kehidupan yang kita jalani saat ini, bukan hanya kita sendiri, ada sekian banyak orang disekitar kita. Ada saudara dekat kita, ada sepupu kita ada teman yang baru kita kenal maupun teman yang baru kita kenal. Ada orang yang tua, ada anak-anak yang kecil, ada tetangga-tetangga disekitar; Semua itu ada disekitar kita dan bersama-sama dengan kita melalui masa ini.

Jika kita cerna semua ini dalam hal pergaulan maka kita akan menjalani semua itu dengan sangat luarbiasa, kita akan mencintai kehidupan yang Tuhan berikan ini, keaneka ragaman kehidupan sosial disekitar kita. Kita tak akan merasa sendiri bila tak ada orang disekitar kita yang bisa kita ajak untuk berbagi cerita. Entah cerita tentang hal-hal yang sepele ataupun hal-hal yang menyangkut sesuatu dan kita butuh pendapat dari orang disekitar kita.

Ikatan emosional kesukuan yang nyata membuat semua perbedaan seakan menjadi nyata. Kita yang berasal dari suku tertentu akan cenderung bergaul dengan sukunya saja, tanpa peduli dengan suku lain. Kita hanya melihat suku ini atau suku itu dari sudut pengamatan kita, tanpa kita lihat dari sudut pengamatan suku yang bersangkutan, kurangnya inisiatif dari kita masing-masing, untuk mencoba membuka diri dan bergaul dengan orang-orang disekitar kita. Berusaha untuk memahami tata cara kehidupan mereka, dan dengan begitu kita dapat mengetahui hal-hal mana yang baik yang dapat kita jalani bersama mereka.

Langkah apakah yang harus kita ambil sebagai penghuni bumi untuk saat ini, bagaimana kita memandang dan menjaga kebersamaan biarlah terbina dan terjaga dengan baik tanpa ada rasa iri yang membuat kita semakin terpuruk. Kita kembali ke inisiatif kita masing-masing untuk saling menjaga harmonisasi kehidupan disekitar kita, bila ada hal yang menyangkut kita cobalah untuk duduk dengan bijak dan membahas untuk mencari solusi dan jalan keluar dari permasalahan yang terjadi. Dengan demikian kita dapat menjaga kebersamaan itu.....

Catatan Kehidupan Oleh : Phaul Heger

Followers