SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Dari Sana Kita Mulai









Dari Sana Kita Mulai

Dalam beberapa tahun-tahun belakangan ini, masalah "apa yang harus dikerjakan" telah menghadapkan Kaum Sosial-Demokrat Rusia secara sangat mendesak. Hal itu bukanlah masalah tentang jalan apa yang harus kita pilih (sebagaimana halnya pada akhir 1880-an dan awal 1890-an), akan tetapi tentang langkah-langkah praktek mana yang harus kita ambil pada jalan yang sudah dikenal, dan bagaimana langkah-langkah itu harus diambil. Ini adalah masalah tentang suatu sistem dan perencanaan kerja-kerja praktek. Dan harus diakui bahwa kita belum memecahkan masalah megenai karakter dan metode-metode perjuangan ini, sebuah masalah mendasar bagi sebuah partai yang aktivitasnya berupa praktek; hal ini masih menimbulkan perbedaan-perbedaan pendapat yang serius, yang menampakkan ketidaktetapan serta kebimbangan ideologis yang menyedihkan.

1. Di satu sisi, aliran "Kaum Ekonomis" yang jauh dari mati, sedang berupaya untuk membatasi dan menyempitkan kerja organisasi dan agitasi politik. Di pihak lainnya, kecenderungan eklektis yang tidak berprinsip bangkit kembali, dengan mengekor setiap "trend" yang paling akhir, dan tidak mampu membedakan antara tuntutan-tuntutan sementara dengan tugas-tugas pokok serta kebutuhan-kebutuhan permanen pergerakan secara keseluruhan. Sebagaimana kita ketahui, aliran ini telah memapankan dirinya dalam Rabocheye Dyelo.
2. Pernyataan terakhir jurnal ini mengenai "program", dalam satu artikel bombastis dengan judul yang sama bombastisnya, "Sebuah Pembalikan Sejarah" ("Listok" Rabochevo Dyelo No. 6

3. Secara tegas membuktikan penaksiran kami tentang hal ini. Baru kemarin mereka bercumbu-cumbuan dengan "Ekonomisme" dan dibuat geram oleh kutukan tegas dari pihak Rabochaya Mysl,

4. Sedangkan argumentasi Plekhanov tentang perlawanan terhadap Otokrasi dimoderasikan. Tapi kini, malah kata-kata Liebknecht dikutip: "Bila dalam 24 jam situasi berubah, maka taktik harus diubah dalam 24 jam." Terdapat omongan mengenai sebuah "organisasi yang kuat daya tempurnya" untuk menyerang langsung dan menyerbu otokrasi; mengenai "agitasi politik revolusioner di tengah massa" (alangkah enerjiknya kita sekarang -revolusioner sekaligus politis!); mengenai seruan "tiada henti-hentinya mengajak protes di jalanan,"; mengenai "berbagai demonstrasi di jalanan yang terang-terangan [sic!] berkarakter politis,"; dan selanjutnya, dan seterusnya.

Kita boleh-boleh saja menyatakan bahwa diri kita cukup senang Rabocheye Dyelo cepat menangkap program-program yang kita ajukan dalam terbitan pertama Iskra,

5. Yakni program ajakan membentuk sebuah partai yang kuat serta terorganisir dengan baik, yang bertujuan bukan hanya memenangkan konsesi-konsesi tertutup, tetapi bertujuan untuk juga mendobrak otokrasi itu sendiri; namun, kurangnya dasar cara pandang individu-individu itu tadi hanya bisa mengurangi kebahagiaan kita tersebut.

Tentulah, Rabocheye Dyelo sia-sia saja menyebutkan nama Liebknecht. Memang, taktik-taktik agitasi yang berkaitan dengan beberapa masalah tertentu, atau pun taktik-taktik yang berkaitan dengan beberapa detail organisasi partai, dapat diubah dalam 24 jam; akan tetapi hanya orang yang menyingkirkan segala prinsip lah yang punya kesanggupan berubah dalam dua puluh empat jam, ataupun dalam dua puluh empat bulan, pandangan mereka tentang perlunya -secara umum, konstan, dan absolut- sebuah organisasi untuk perjuangan dan agitasi politik di tengah massa.

Adalah konyol untuk mengajukan dalih situasi-situasi yang berbeda dan periode yang berubah-rubah: membangun sebuah organisasi perjuangan dan memimpin agitasi politik selalu menjadi masalah pokok di bawah sembarang situasi "membosankan, penuh kedamaian", dalam segala periode, tak peduli bagaimana pun ini ditandai oleh suatu "penurunan semangat revolusioner"; lebih lanjut, adalah tepatnya di dalam periode-periode yang begini dan di bawah situasi-situasi beginilah kerja-kerja yang demikian tadi itu amat sangat dibutuhkan, karena akan terlambat untuk membentuk organisasi di masa-masa terjadinya ledakan dan riuh-rendah pergolakan; partai harus berada dalam kondisi kesiagaan untuk beraksi sewaktu-waktu. "Ubah taktik-taktik dalam 24 jam!" Tapi untuk mengubah taktik-taktik, pertama-tama haruslah memiliki taktik-taktik itu; tanpa organisasi kuat yang teruji dalam perjuangan politik di segala situasi dan waktu, mustahillah sebuah rencana aksi yang sistimatis –– dituntun oleh prinsip-prinsip yang kuat dan dilaksanakan dengan teguh –– yang patut diberikan nama taktik. Mari kita tinjau permasalahannya; saat ini kita sedang dibilangi bahwa "konyunktur historis" menghadapkan partai kita kepada suatu permasalahan yang "sama sekali baru" –– yakni tentang masalah teror. Kemarin permasalahan yang "sama sekali baru" adalah tentang organisasi dan agitasi politik; sekarang, tentang teror. Tidakkah aneh mendengar orang-orang, yang telah begitu melupakan prinsip-prinsip mereka, membicarakan tentang suatu perubahan radikal dalam soal taktik?

Untunglah, Rabocheye Dyelo tidak benar. Persoalan tentang teror samasekali bukan masalah baru; cukuplah memaparkan kembali pandangan mapan kaum Sosial-Demokrat Rusia dalam menanggapi persoalan tersebut.

Nantikan bacaan berikutnya di blog yg sama....



By.Mr.Tigma

Jejak Langkah Yang Keliru

Sangat disayangkan banyak anak papua yang tidak memahami sejarahnya sendiri, tapi sejarah bangsa lain begitu dikuasai. Bahkan begitu meyakini sejarah orang lain seolah-olah kita terlibat dalam perjuangan mereka.

Berkaitan erat dengan sejarah, dimana bisa dilihat bahwa saat penentuan pendapat rakyat banyak orang tua kita yang di tipu, diancam dan dibuat dengan segala cara sehingga mereka tinggal mengikuti tanpa memikirkan kedepannya bagaimana dan lain sebagainya.

Saat ini seharusnya sebagai generasi penerus dari generasi terdahulu, generasi pelaku sejarah yang sudah tiada, kita tidak tinggal diam tapi kita melanjutkan perjuangan mereka; para pendahulu kita. berjuang keluar dari rasa ketergantugan kita dan ketertinggalan kita.

Perjuangan disini yang saya maksudkan bukan kita harus mengangkat senjata dan atau cara2 kekerasan lainnya, tapi kita berjuang sesuai dengan jalur kita masing -masing. Melalui pendidikan, mengasah segala kemampuan kita disegala bidang, baik darat, laut dan udara. Sebagai contoh sederhana, (menurut pendapat saya) kita orang papua yang pintar sudah banyak tapi di jalur umum, Hukum, Pemerintahan. orang pintar yang pintar bicara banyak tapi kerja ....... tapi coba lihat ke masalah keteknikan dan lainnya?

Untuk membangun papua bukan dengan tenaga biasa, tapi teknologi, untuk mau melepaskan diri bukan dengan kata-kata saja tapi perlu kekuatan salah satunya kekuatan ada di teknologi dimana kita bisa mempergunakannya untuk mengatasi serangan balik untuk musuh kita.

Akhiri tulisan ini, harapan saya untuk semua kalangan anak papua agar belajar dan terus belajar dan pergunakan ilmu yang didapat untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan ini, semoga tiada lagi jejak langkah yang keliru didepannya.



FOR YOU









FOR YOU
Ketika sang surya menyinari seisi bumi
Aku terperangah
Sinarnya yang indah
Terasa seluruh sendiku dirasuki
Dengan wajah kusut
Dengan pakaian lusuh
Kuteringat akan negriku
Negri nan indah dan permai
Hai engkau Freeport
Pergilah dan hengkanglah
Karena kehadiranmu
Bencana bagi kami
WEST PAPUA PEOPLE
By. Mr. Tigma

Keker Teknologi Dunia Masa Depan (Handphone)


Kabar gembira bagi Anda yang gemar jalan-jalan dan tidak terlepas dengan aktivitas ponsel Anda, atau bagi Anda yang suka lupa bawa charger baterai kemana-mana. Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu lagi. 3 Tahun mendatang, seluruh ponsel didunia sudah menggunakan charger baterai universal. Berarti Anda tidak perlu takut lagi kehabisan baterai ponsel karena bisa pinjem.

Dikabarkan oleh TechRadar hari ini, Kamis (19/02/2009),GSMA beserta 17 raksasa industri mobile ponsel dunia menggelar komitmen bersama ini untuk mengenalkan dan menggunakan satu charger baterai yang hemat energi untuk semua ponsel terbaru mereka.

Ketujuh belas perusahaan yang tergabung tersebut antara lain Nokia, Motorola, 3 Group, AT&T, KTF, LG, Mobilkom Austria, Orange, Qualcomm, Samsung, Sony Ericsson, Telecom Italia, Telefónica, Telenor, Telstra, T-Mobile, serta Vodafone.

Komitmen para produsen tersebut telah diumumkan pada ajang GSMA MWC 2009. dan akan dimulai pada tahun 2012 nanti. Jadi ditahun tersebut, ponsel dan perangkat mobile keluaran baru pasti menggunakan charger baterai universal. Pihak GSMA mengatakan, rinisiatif itu bertujuan untuk memastikan bahwa industri mobile bisa mengadopsi sebuah format koneksi bersama untuk charger baterai ponsel.

Rob Conway, CEO dan Anggota Dewan GSMA menegaskan “Sebenarnya industri mobile tidak semata-mata hanya memikirkan konsumen mereka, tetapi juga berperan penting menjaga isu-isu lingkungan dan semoga ini menjadi langkah yang baik untuk memulai penyelamatan energi.”

GSMA memperkirakan hal ini akam membawa perubahan besar, terutama untuk ongkos produksi charger yang dapat dihemat sampai 600-900 juta per tahunnya. Mengurangi emisi gas efek rumah kaca dari 13,6 sampai 21,8 juta ton per tahun.

Charger universal ini akan menggunakan port micro-USB sebagai antar mukanya, dan akan menghasilkan bintang empat atau rating efisiensi tinggi. Hadirnya UCS (Universal Charger Solution) ini kelak akan mempermudah konsumen terhadap kebutuhan mereka akan ponsel di masa depan. Ya, semudah mengisi baterai ponsel mereka kapan saja, di mana saja, dan dengan charger apa saja.

Fungsi dan Prinsip Organisasi











Fungsi dan Prinsip-prinsip Organisasi




A. Pendahuluan
Dalam rangka mencapai pembangunan nasional dalam sebagala bidang untuk mewujudkan massa rakyat yang Adil dan Makmur seperti yang diharapkan oleh para pencetus Bangsa Indonesia. Sehingga terjadi massa rakyat yang Adil secara Sosial, Demokratik secara Politik, partisipasi secara Budaya dan sejahtera secara Ekonomi. Untuk menciptkan kondisi massa rakyat yang sedemikian, maka generasi muda sebagai agen perubahan lebih giat belajar. Generasi muda atau mahasiswa tidak harus belajar dikampus tetapi harus belajar dari organisasi, karena ”kampus hanya sebagian tempat kecil untuk belajar dan ilmu pengetahuan tidak semuanya ada dikampus”. organisasi juga dipahami sebagai tempat belajar bersama dan proses pembetukan karakter yang lebih matang.
Dijaman moderen sekarang maupun jaman dulu organisasi merupakan
sebuah tempat yang berguna bagi setiap manusia. Tanpa ada organisasi, maka mungkin orang belum bisah berkarya untuk mengisi waktu dan ruang yang ada, manusia tidak saling mengenal antara satu dengan yang lain. Kemudian tanpa ada organisasi kehidupan sosial massa rakyat dalam segala hal sulit untuk diatur dan jika organisasi tidak ada atau kurang berfungsi maka, mungkin saja kehidupan sosial belum bisah berubah. Perkembangan jaman yang begitu maju dalam realitas kehidupan sosial sekarang menunjukan kepada kita bahwa dalam segala bentuk kegiatan yang dilakukan sangat terikat dengan sebuah organiasi.

B. Pengertian Organisasi.
Organisasi dapat diberikan devenisi yang berbeda-beda tergantung dari sudut pandang orang yang memberi defenisi. Difinisi yang diberikan oleh phisikolog tentu akan lain dengan yang diberikan oleh sosiologi, ahli administrani negara, ahli ekonomi dan lain-lain. Namun demikian organisasi dapat dibedakan juga dalam arti statis dan arti dinamis. Dalam arti statis organisasi adalah kerangka atau wadah segenap kegiatan sekelompok orang untuk mencapai tuujuan tertentu. Dengan kata lain, Meninjau oragnisasi dari segi statis, berarti peninjauan strukturnya.
Dalam arti dinamis organisasi adalah segenap proses kegiatan menetapkan dan membagi pekerjaan yang akan dilakukan, pembatasan wewenang, tugas dan tangung jawab, serta penetapan hubungan antara unit-unit atau pejabat-pejabatnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Adapun defenisi organisasi yang telah dipaparkan oleh beberapa pakar sebagai berikut :
1.Oganisasi dalam arti dinamis menurut Drs. M.Mnulang adalah suatu proses penetapan dan pembagian kerja yang akan dilakukan, pembagian tugas-tugas serta wewenang-wenang dan penetapan hubungan-hubungan antar unsur-unsur organisasi, sehinga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-sama seefetif untuk mencapai tujuan. Secra singkat organisasi adalah suatu pembuatan diferensiasi tugas-tugas.


2.Organisasi dipandang dari sudut manajemen oleh Drs.soekarno k yakni organisasi yang memberikan kemungkinan bagi manajemen dapat bergerak dalam batasan tertentu.
3.Menurut Drs. Malayu S.P. Hasibuan organisasi adalah suatu sisten pemerintahan formal, terstruktur dan terkordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi merupakan alat dan wadah saja.
4.James D.Mooney mengartikan organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
5.Chestar I.Berhnad organisasi adalah suatu sitem kerjasama yang terkordinasi secara sadar dan dilakukan oleh 2 orang atau lebih.
6.Koontz dan o. Donnel ” pemeberian hubungan wewenang dan dimaksud untuk mencapai kordinasi yang struktural, baik secara vertikal maupun horisontal diantara posisi-posisi yang telah diserahi tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahan”. Jadi organisasi adalah hubungan struktural yang mengikat atau menyatukan perusahan dan kerangka dasar temapat indifidu-indifidu berusaha, dikordinasikan.
7.March dan Simon memapakarkan organisasi adalah suatu sistem yang kompleks yang terdiri dari unsur phisikologis, sosiologis, teknologi dan ekonomis yang dalam dirinya sendiri membutuhkan penyelidikan yang intensif.
8.Philip Selznick mengutarakan organisasi adalah suatu sistem yang dinamis yang selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan tekanan internal dan eksternal dan selalu dalam proses evolusi yang kontinu.
Melihat dari beberapa devenisi yang telah disamapaikan oleh beberapa pakar tersebut, maka dapat disimpulkan organisasi adalah sekumpulan orang yang mempunyai sistem tertentu dan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

C . Macam-macam bentuk organiasi.
Berbicara tentang organisasi dijaman sekarang dan manfaatnya bagi kehidupan kita semua maka perlu diketahui jenis-jenis dari organisasi agar mempemudah kita memahami dan membedakan organisasi yang ada. Adapun macam-macam organisasi yang dimaksud sebagai berikut :
Berdasarkan iktan strukturturalnya Edgar H. Schein membedakan antara lian
a. Oraganisasi sosial (social organization)
Dimana anggotanya terdiri atas orang-orang yang saling mempengaruhi secara spontan, mengapdi sesamanya, tanpa perhitngan untung rugi bagi dirinya. Contohnya : lembaga sosial, rumah yatim piatu dan lain-lain.
b. Oragasiasi formal (fomal organizasation)
Dengan strukur, tugas, wewenang dan tangung jawab yang pasti bagi masing-masing pejabat. Contohnya dinas pemerintahan.
c. Organisasi informal (informal organization)
Merupakn organisasi yang lebih bebas, luwes, tidak terlau formal peraturannya. Misalnya arisan.


Berdasarkan kebutuhan sosial
Talcott Parson membedakan organisasi bersarakn kebutuhan sosial sebagai berikut:
a. Oraganisasi ekonomi ( economic oagnization)
tujuannya mendapat keuntungan dari produksi atau jasa yang dihasilakan, tanpa meupakan segi sosial. Contohnya pabrik tekstil yang juga mengadakan poliklinik.
b. Orgasisasi politik (political oganization)
kegiatan dibidang pembagian kekuasaan, pengambilan keputusan, pengaruh-mempengaruhi pemerintah. Contohnya partai politik.
c. Oragnisasi pengapdian massa rakyat ( integartive organization)
tujuannya mengadikan diri untuk kepentingan massa rakyat. Contonya rumah sakit, yatim piatu, yayasan sosial.
d. Organisasi pelestarian ( petter maintenance organisation)
tujuan melestariakn dan memlihara kesenian, pendidikan, kebudayaan dan lai-lain.

Berdasrkan jumlah puncuk pimpinan
Dibedankan kedalam bentuk sebagai berikut :
a. Organisasi pimpinan puncak(single organization)
puncak pimpinan satu orang : direktur, kepala kantor dan lain-lain.
b. Organisasi pimpinan jamak ( plural executive oragization)
pucuk pimpinan terdiri atas beberapa orang : Direksi, yang terdiri atas diektur utama, beserta direktur-direktur bidang khusus; prsedium dan lain-lain.

Berdasarkan keterlibatan emosi (keterpaduan emosi/pribadi).
Di bedakan kedalam :
a.Organisasi primair ( primary oragization)
Keterpaduan emosi dan pribadi lebih terasa : keluarga, organisasi profesi dan lai-lain
b. Organisasi sekunder (secundary orgazation)
Lebih banyak melibatkan akal, daripada keastaun emosi : organisasi formal : perusahan, dinas-dinas penerintah.

Berdasarkan nilai dan budaya atau lebih tepatnya berdasarkan tujuan
Alferd Kuhn, membedakannya kedalam :
a. Organisasi kerja sama ( kooperative orgazation)
terutama tujuan tergalangnya kerjasama/gotong royong para anggotanya : keluraga, koperasi, orgasisasi sosial dan lain-lain.
b. Organsisasi cari untung (profit organization)
terutama tujuannya mencari laba : perusahan indusri perdagangan dan lain-lain.
c. Organisasi pengapdian (service oragization)
Bertujuan mengapdikan pada massa rakyat dan sesamanya. Contoh : organisasi agama, lembaga bantuan hukum dan lain-lain.
d. Organisasi penekan (pressure oragization)
tujuan untuk menekan pihak lain agar berbuat sesuai dengan kemaunnya. Contoh : pressure group, serikat pekerja dan lain-lain.

C. Prisip-Prinsip Organisasi
Dalam membetuk sebuah organisasi hendaknya mendasarkan diri pada prinsip-prinsip organisasi bagi adanya sebuah organisasi yang baik. Prinsip merupakan sesuatu yang sangat penting dalam sebuah organisasi, prinsip dipandang sebagai nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk orgasisasi tersebut menjalankan atau mengembang kegiatan-kegiatan dalam organisasi.
Prinsip-prinsip atau asas-asas tersebut sebagai berikut :
1. Perumusan tujuan dengan jelas (formulation of the objektive).
Tujuan organisasi harus terlebih dulu ditetapkan sebab tanpa ditentukan terlebih dulu, kita akan mengalami kesulitan dalam melakukan macam kegiatan.
Apa bila tujuan telah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah merumuskan tujuan itu dengan terperenci agar menjadi cukup jelas. Dengan dirumuskan tujuan, maka kesalatafsiran dapat dihindari sejauh mungkin.
2. Pembagian Pekerjaan/ kegiatan(division or works).
Kegiatan dan pekerjaan yang bermacam-macam itu harus digolong-golongkan atau dikelompkan. Setaiap orang mendapat pekerjaan tertentu atau sekelompok pekerja teretentu sesuai dengan keahliannya. Apabila pengelompokan pekerjaan itu diwujudkan dalam unit-unit kerja maka itu dinakam departemenisasi.

Pembagian pekerjaan itu sangat penting antara lain :
a.Masing-masing orang itu mempunyai kecakapan, kemampuan dan pembawaan yang berbeda.
b.Bidang pekerjaan itu sangat luas dan membutuhkan keahlian yang berbeda, sedangkan setiap orang itu hanya terbatas dalam memiliki keahlian.
c.Agara dapat menjalankan tugas dengan baik, maka perlu setiap orang itu memusatkan perhatian pada satu macam pekerjaan pada suatu waktu tetentu.

Dalam tugaspun perlu mengikuti pedoman-pedoman :
1.Tujuan harus dijabarkan kedalam tugas-tugas pokok
2.Tugas poko kemudian harus diperinci kedalam tuga/kegiatan-kegiatan
3.Kegiatan dibgi-bagi dalam pekerjaan-pekerjaan; karenaitu setiap orgaisai harus mempunyai tujuan, tugas poko dan perincian aktifitas maupun pekerjaan.
4.Setiap pejabat perlu diberi daftar tugas yang wajib dilakukan olehnya
5.Meskipun tugasnya berfariasi, namun satu sam lain tetap berkaitan
6.Penempatan kedudukan setiap pejabat harus tetap sesuai dengan pembawaan, kecakapan kemampuannya.
7.Beban tugas dibuat semerat mungkin, sehinga tercipta keadilan, kepuasan dan kegairahan kerja.

8.Penambahn dan pengurangan pejabat hendaknya berdasarkan kebutuhan dan volume kerja.
9.Penggeseran pejabat haruslah didasarkan pada penciptaan kondisis kerja yang lebih baik, atau bersifat edukatif.

3. Pelimpahan Wewenang.
Dalam setiap organisasi, pucuk pimpinan bertangung jawab terhadap semua akibat yang dilakukan dalam organisasi itu. Apabila organisasi telah membesar, ia seorang tidak mungkin menjalankan tugas dengan baik. Oleh karena itu, perlu melimpahkan wewenangnya kepada orang lain yang menjadi bawahannya. Meskipun demikian, ia tetap bertangung jawab atas akibatnya. Ini jangan diartikan bahwa yang bertangung jawab hanya pucuk pimpinan saja, namun pucuk pimpinan tidak dapat melepaskan diri dari tangung jawab terhadap tugas yang telah dilimpahkan kepada bawahannya. Apabila masih terlalu berat masalahnya, maka pimpian yang lebih rendah kedudukannya itupun dapat melimhakan kepada anak buahnya.
Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari pelimpahan tugas dan wewenang itu, misalnya :
a. Pimpinan dapat melakukan tugas-tugan pokok saja
b. Tiap tugas dapat dikejakan pada tingkatan yang tepat
c. Putusan dapat diambil lebih cepat, dengan kondisi pikiran yang lebih jernih
d. Bawahan dapat berperan serta dengan lebih banyak, dalam rangka pengambilan
pengambilan keptusan
e. Dapat dihindarkan dari sikap menungu perintah
f. Berguna sebagai latihan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi
g. Pelayanan dapat berjalan terus menerus, meskipun pejabat sedang tidak berada
ditempat.

Pelimpahan wewenang itu dapat dilakukan atasan terhadap bawahan, apabila pejabat bawahan itu telah siap secara mental dan pisik. Pedoman yang perlu diperhatikan dalam pelimpahan wewenang :
1.Batasan wewenang, tangung jawab dan tugas harus jelas dan seimbang.
2.Memperhatikan pendapat pegawai atai anggota yang akan mnerima wewenang.
3.Percaya bahwa penerima wewenang akan mampu menjalankan tugas dan
Tangungjawa yang diberikan.
4.Pemberi wewenang tetap harus melakukan pengarahan,
pembinbingnan, pengontrolan, sehinga tugas dapat dijalankan dengan baik.


4. Rentangan Pengendalian
Yang dimaksud dengan rentangan pengendalian disini adalah jumlah bawahan yang masih dapat dikomtrol dengan baik oleh pimpinannya. Jumalh tersebut tidak dapat ditetapkan begitu saja,karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya; misanya :
1. faktor yang bersifat objektif, misalnya
a. waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan
b. jenis dan corak pekerjaan
c. tersebar tidaknya letak temapt kerja bawahan
d. seragan tidaknya tugas pekerjaan bawahan
e. stabil tidaknya organisasi
2. faktor yang bersiaf subjektif, misalnya ;
a. Umur pejabat yang mengawasi
b. pengalaman yang dimiliki dibidang yang diawasi
c. kesehatan kecakapan dan lain-lain.

5. Tingkatan Hierarki (level of hierarky
)
Yang dimaksud dengan tingkatan hierarki disini ada banyak tingkatan unit-unit yang sebaiknya diadakan untuk kelancaran kegiatan. Adanya tingkatan-tingkatan tersebut, maka saluran perintah dari atas kebawah dan saluran laporan dari bawah keatas diusahakan jangan saling menopoli.
Pelomptan hanya boleh dilakukan dalam keadaan terpaksa namun, apabila pejabat yang dilompati tadi berada ditemapat harus segera di beritahu oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

D. Penutup
Berbicara tentang oraganisasi hari ini sanagat penting dan sebuah kebutuhan yang segera dilaksanakan. Perlu diketahui oleh kita semua bahwa mengetahui tentang berbagai jenis teori organisasi lewat buku-buku dan referensi lain yang dipelajari untuk memperkaya wacana organisasi, namun kalau tidak dipraktekan maka teori yang telah dipelajari sanagt tiada artinya bagi kita semua. Teori organisasi yang telah kita pelajari harus dipraktekan pada organisasi-organisasi yang ada, karena berbicara organisasi bukan berbicara menghafal teori tapi yang penting adalah bagaiman berupaya mempraktekan teori oragisasi tersebut.
Upaya belajar tentang organisasi merupakan suatu kebutuhan yang segera dilakukan bagi seorang mahasiswa dalam pengembagan jati diri masing-masing. Apa yang kita pelajari diorganisasi merupakn sebuah modal untuk dapat merajut hari esok. Modal ilmu tentang oragnisasi yang telah dilimilki merupakn kunci kesuksesan bagi individu untuk mengejar karir atau menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera.

Singkirkan keraguanmu untuk berorganisasi,
Karena keraguan merupakan awal dari kegagalan.



Dengan departenisasi dimaksukan suatu proses membagi kegiatan-kegiatan kedalam unit-unit dengan mengunakan dasar pertimbangan tertentu.
Dasar pertimbangan itu dapat bermacam-macam, misalnya :
a. Dasar wilayah kerja
b. Dasar fungsi
c. Dasar jenis produksi
d. Dasar peralatan yang digunakan
e. Dasar waktu

"Orang bijak melihat ada hal-hal yang lebih berharga dari pada hidup, dan lebih mengutamakan hal-hal tersebut dari pada hidup itu sendiri”.
(J.J. Roseaou)
"Upaya pencarian makna di tengah kemajuan teknologi akan menjanjikan harapan (rising expectation) atau bahkan menimbulkan frustasi (rising frustation)”.
(Jhon Naisitt, Nana Naisbit, Dougllas Philips)

Realita kehidupan mahasiswa










Realita kehidupan mahasiswa di kota study



Hampir setiap malam mereka tidak pernah tidur dan menikmati bagaimana indahnya malam hari, mereka harus mencari informasi dari kost ke kost untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan juga kadang hanya untuk sharing bersama teman-teman, ada yang berdiskusi, dan juga ada pula yang bertanya jawab tentang materi yang mereka dapat di kampus dan mereka mencari informmasi tentang bagaimana caranya untuk hidup dikota study dengan baik dari cara orang berusaha, untuk mengembangkan kehidupan mereka kedepan yang lebih mapan sampai pada bagaiman menjadi orang-orang sukses. Jika didalam pertemuan mereka itu mereka mendapati ada hal yang tidak sesuai dengan pemikiran mereka atau ada faktor-faktor lain yang menyebabkan hal itu terjadi maka mereka akan berusaha sekeras mungkin untuk menemukan jalan keluar dari persoalan tersebut, walaupun kadang mereka menemui kendala dan rintangan namun mereka tabah untuk menjalani hal tersebut dan juga mereka selalu mau untuk bekerja sama dan berusaha mencari informasi tentang faktor-faktor penyebab hal tersebut terjadi. ketika mereka menemukan maka kadang hasil dari diskusi dan perbincangan-perbincangan tersebut kadang dibuat diskusi, seminar, dan juga kadang berupa aksi (Demonstrasi) yang mereka lakukan untuk mengungkapkan rasa ingin tahu mereka tentang apa yang terjadi selama itu. Walupun sudah sampai pada tingkatan demikian, namun masih ada lagi watak-watak segelintir orang yang ingin untuk memperkaya diri sendiri dan berlindung dibalik baju Negara dan menamakan dirinya sebagai Birokrat dan Wakil Rakyat, sehingga kadang kelihatannya sempurna walau pun mereka sedang mengelabui massa rakyat untuk mengambil apa yang telah menjadi hak-hak rakyat, nah ini yang harus kita perangi dan kita lawan bersama karena orang-orang yang demikian yang akan membuat rakyat menderita dan tak pernah akan menemukan haknya sebagai rakyat. padahal dalam Undang-Undang Dasar pun telah diatur, mana yang menjadi haknya rakyat dan mana yang menjadi haknya Pemerintah atau Negara. karena pada kehidupan orang-orang ini yang ada dalam pemikiran mereka adalah bagaimana mereka sebisa mungkin untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga apapun yang diteriakan massa rakyat melalui mahasiswa itu kadang dianggap sebagai angin lalu atau tidak terlalu penting untuk ditanggapi, maka mereka kemudian hanya kembali dan sibuk dengan kepentingan kepentingan mereka itu, padahal kalau kita lihat kembali apa fungsi dari birokrasi itu sendiiri maka yang sebenarnya adalah: pelaksana amanat rakyat dan juga pelaku-pelaku pemerintahan yang seharusnya melihat kepentingan massa rakyat wilayah itu.
Jika kita tinjau kembali persoalan yang terjadi maka, apakah telah benar yang dilakukan birokrasi kita untuk kepentingan rakyat atau tidak, dan jika kita lihat kembali lagi kepada persoalan sila kadua dan sila kelima yang berbunyi; kemanusiaan yang aqdil dan beradab, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ini yang kalau menurut hemat saya, Wakil-Wakil Rakyat yang dipilih atau diangkat oleh rakyat, untuk menyuarakan suara rakyat kepada pihak Eksekutif selaku pemimpin pemerintah setempat, guna menilik atau melihat kembali apa yang diderita rakyat atau apa yang diperlukan massa rakyat kecil. karena ketika hal-hal seperti ekonomi rakyat (kesejahteraan), harga sembilan bahan pokok dan lain-lain itu tak diturunkan, maka buat apa sih, dan apa fungsinya pancasila sila kedua dan juga sila kelima tersebut. lebih baik dihapus atau diganti saja dengan;
sila kedua "RAKYAT KECIL TAK PUNYA HAK UNTUK HIDUP"
sila kelima "KEADILAN SOSIAL HANYA UNTUK LEGISLATIF EKSEKUTIF DAN YUDIKATIF"
Agar bisa kita lihat kesetaraan realitas tang ada dan terjadi dengan apa yang tercantum dalam pancasila. mungkin disini teman teman pasti bertanya mengapa atau ada apa sehingga penulis bisa mengambil inisiatif demikian? ini karena pancasila sebagai dasar Negara dan ideology yang disahkan oleh ketiga lembaga tadi tersebut, namun apa yang terjadi selama ini kawan-kawan; malah mereka yang membuat itu sendiri yang melanggarnya kembali dan tidak mematuhinya. mungkin ini yang sama dengan sebuah pepatah yang mengatakan: " siapkanlah dirimu sendiri sebelum engkau memerintahkan orang lain untuk siap". jika diri anda belum siap maka janganlah memerintah orang lain karena hal ini hanya akan menuai protes dan komentar dari orang lsain. oleh sebab itu maka saya punya satu pemikiran bahwa; sudah saatnya rakyat harus bangkit dan bebas dari segala keterikatan yang ada. karena dalam pembukaan Undang-Undang Dasar, alinea dua (2) mengatakan, "kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa", iu berarti rakyatpun harus bebas, makmur, bebas ber[endapat dan juga bebasa untuk berorganisasi dan itu di lindungi oleh Negara. karena jika sebuah Negara ingin kuat,maka Negara tersebut harus makmurkan rakyatnya sendiri terlebih dahulu agar Negaranya bisa makmur, karena Negara adalah milik rakyat, tanpa rakyat Negara tersebut tidak akan pernah ada, dan jika rakyat lapar maka Negara lemah dan negarapun akan lemah.
apaun persoalannya namun yang namanya kebijakan pemerintah itu sudah seharusnya terlebih dahulu di kompromikan dengan rakyat, karena kadang persoalan tentang kebijakan ini biasanya merugikan rakyat kecil, dan selalu saja kepentingan-kepentingan pengusaha yang diprioritaskan dan selalu di untungkan. misalnya tentang perusahaan-perusahaan besar yang ada di Papua, salah satu contohnya adalah PT. FREEPORT Indonesia, walaupun beroperasi di Papua, masyarakat papua sendiri tidak pernah merasakan hal positi darimasuknya perusahaan tersebut. contohnya seperti pembangunan Sunber Daya Manusia, pembangunan (Fisik)karena didalam itupun ada kepentingan golongan atau kepentingan diri sendiri.
Hasil-hasil dari tambang tersebut dibawa dan dijual ke luar negeri dengan harga yang sangat mahal, namun apa yang didapat oleh masyarakat pribumi, paling hanaya 1% dari harga penjualan, namun itu pun dibagikan dari pusat sampai kepada daerah, apakah ini yang dinamakan jujur oleh Negara ini

JANGAN KECEWA

Janganlah kamu merasa terlalu kecewa,
tetapi jalanilah hidupmu dengan sepenuh hati.
Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan sepenuh hati.
dan yakini tentan sesuatu yang kamu lakukan.

Segala sesuatu merupakan hal yang di pelajari
dan Kita mempelajari sesutu dengan pengorbanan.
Apabila kita terbiasa dengan pengorbanan,
maka mimpilah dengan berbagai perubahan
bagi masarakat dannegerimu papua yang tercinta.
kita terbiasa dengan tindakan segera,
tindakan spontan, bukan tindakan terpaksa,
namun itulah yang terbaik.

Kadang kita berpikir tentan keadaan
yang sudah di gariskan untuk kita
namun kita harus yakin dan percaya
kepada sang pencipta.tentan semua
yang sudah di berikan untuk kita
sebab kiatak seperti orang lain
dan orang lain tak seperti kita.
TUHAN memberikan kamu talenta yang berarti.

karena Tuhan menghendaki kita hadir di dunia
untuk mengenal kehidupan yang ada
dengan belajar bersemangat pantang mundur
dan berlatih memberanikan diri.
untuk mengorbankan sesuatu demi massa depanmu'
sebab semua sudah di batasi olehnya untuk kembali"
jadi manfaatkan waktu yang ada dengan hal hal positif
dan lakukanlah yang terbaik bagi dirimu.

Ratapan Anak Bangsa

Siapakah aku?
Aku hanyalah salah satu anak
Dari ribuan anak bangsa
Yang berjuang untuk tetap bisa sekolah
Yang berjuang untuk bisa mencapai cita-cita

Meski jauh dari itu
Kami harus hidup di jalanan
Menghirup asap, debu, dan kotoran sampah
Melawan rasa lapar dalam kemiskinan

Siapakah aku?
Aku hanyalah salah satu anak
Dari ribuan anak bangsa
Yang kini hanya bisa menangis
Meratapi nasib
Melihat negeri kami terbakar keegoisan
Melihat hutan kami tergunduli keserakahan
Dan melihat bumi kami dilucuti keangkaramurkaan

Dimana mereka?
Yang dulu mengaku pintar
Yang dulu mengaku berhati besar
Yang telah membawa kami
Kehilangan masa depan
Dan terlindas dalam realita
Yang tak kenal iba

Oleh

Rita Rusmiati / http://www.jatam.org

Followers